25 Contoh Abstrak untuk Karya Ilmiah, Paper, Skripsi, Makalah

  • Whatsapp

Contoh Abstrak Karya Ilmiah, Paper, Skripsi, Makalah – Karya Ilmiah, Paper, Makalah atau Skripsi? Pasti kamu sudah tidak asing lagi mendengar kata-kata ini. Baru mendengarkannya saja sudah terbayang bagaimana sulitnya untuk membuat mereka. Iya kan? Kadang atau bahkan seringkali guru atau dosen kamu menugaskan untuk membuat satu dari macam-macam tugas yang saya sebutkan diatas. Kamu sudah mengeluh duluan padahal belum mencobanya. Apalagi untuk Skripsi? Makhluk menyeramkan satu ini sangat ditakuti oleh mahasiswa semester akhir. Bagaimana tidak? Skripsi merupakan syarat kelulusan bagi mereka. Skripsi bagaikan ajang penentuan masa kuliah kalian selama kurang lebih 4 Tahun.

Contoh Abstrak

Bacaan Lainnya

contoh abstrak

Pengertian Abstrak

Abstrak adalah gambaran dari suatu makalah, karya tulis maupun skripsi secara singkat, padat dan mudah dipahami oleh pembaca. Abstrak berbentuk ringkasan yang menjelaskan point penting dari suatu karya tulis. Selain itu abstrak juga menjelaskan tentang ruang lingkup dan seberapa luas suatu topik akan dibahas didalamnya. Dengan begitu, pembaca akan paham dengan ide pokok didalam karya ilmiah hanya dengan membaca abstrak ini.
Abstrak memiliki beberapa bagian seperti nama peneliti, nomor mahasiswa, judul penelitian, pokok/rumusan masalah, teori dan metode penelitian yang digunakan, sumber data, variabel, hasil penelitian, dan yang terakhir adalah simpulan dari penelitian tersebut.

Sepenting apakah Abstrak untuk Karya Tulis?Jadi Abstrak dapat memudahkan kita dalam membuat karya tulis, makalah, paper dan skripsi. Dengan abstrak, semua hal-hal penting sudah ditentukan di awal, sehingga menghindari penulisan karya ilmiah yang keluar dari pokok pembahasan yang sudah ditetapkan sebelumnya pada abstrak.

Artikel terkait : Kumpulan Contoh Karya Tulis Ilmiah Remaja SMA

Seperti saya singgung diawal, abstrak juga memudahkan para pembaca. Semua point-point penting sudah dijelaskan di awal sehingga simpulan. Pembaca akan lebih mudah membayangkan apa saja isi dari karya ilmiah.
Selain itu, jika abstrak dikemas dengan menarik, maka tentu akan mengundang rasa penasaran untuk membaca lebih lanjut. Abstrak diumpamakan seperti cover book, jika tidak menarik, tentu pembaca akan malas untuk membaca isi keseluruhan dari karya ilmiah tersebut

Manfaat Abstrak :

1. To the point. Pembaca langsung disuguhkan pada ide pokok yang akan dibahas tanpa perlu membaca isi/pembahasannya. Pembaca dapat menentukan apakah ia akan melanjutkan membaca atau tidak. Ini akan menghemat waktu pembaca
2. Terdapat Keyword (Kata Kunci). Ini sangat penting untuk menekankan kepada pembaca kata yang penting dari karya ilmiah ini. Keyword sifatnya lebih mudah diingat, simpel namun menggambarkan isi dari karya ilmiah, makalah maupun skripsi. Selain itu kata kunci mempermudah penyimpanan secara elektronik.
3. Membantu penulis untuk menentukan pokok/rumusan masalah, teori dan metode penelitian yang digunakan, sumber data, variabel, hasil penelitian, dan simpulan dari penelitian tersebut. Membuat abstrak di awal dapat mencegah penulis untuk out of topic atau keluar dari poko bahasan

Karena tujuannya untuk memudahkan pembaca, maka Penulis harus mampu memberikan gambaran yang jelas dan mudah dimengerti dengan singkat, padat dan jelas

Lalu bagaimana penulisan abstrak yang baik? Berikut penjelasannya

Judul Tulisan Abstrak
Judul adalah kekuatan utama. Buatlah judul dengan menarik, namun tetap sesuai dengan pokok pembahasan. Judul yang menarik akan membuat pembaca penasaran dan lanjut untuk membaca.

Latar belakang Tulisan Abstrak
Ini dari latar belakang adalah MENGAPA kamu mengangkat topik ini. Jelaskan dengan singkat asal mula topik ini dipilih, seperti misalnya berawal dari masalah sosial, lingkungan atau kehidupan sehari-hari. Kamu tidak mungkin mengangkat suatu topik jika tidak ada permasalahan tersebut sebelumnya. Karena inti dari karya tulis adalah menyelesaikan suatu masalah yang ada melalui penelitian ini.

Metode Penelitian, Sumber data, Variabel dan pendukung lain
Cantumkan metode penelitian yang kamu gunakan, sumber data penelitian, variabel serta data pendukung lain sebagai dasar pembuatan karya ilmiah tersebut.

Gambaran Tulisan Abstrak
Jelaskan gambaran dari karya ilmiah kamu dengan singkat, padat namun jelas dan mudah dipahami. Gunakan kata tanya KAPAN, BAGAIMANA, DIMANA dll untuk menjelaskan gambaran tersebut. Kamu bisa menyesuaikannya sesuai dengan pembahasan yang kamu buat.

Simpulan Tulisan Abstrak
Terakhir, Jelaskan simpulan dari hasil penelitian serta solusi untuk mengatasi permasalahan. Intinya, simpulan harus menjawab pertanyaan dan rumusan masalah yang ada secara singkat.

Kata Kunci (Keyword)
Tulis kata kunci yang penting di bawah simpulan. Kamu harus menyertakan minimal 3 kata kunci

Abstrak Skripsi

Berikut ini adalah contoh abstrak dari sebuah skripsi. Buat kalian mahasiswa semester akhir kalian pasti biasanya nyari referensi skripsi untuk tambahin wawasan kalian dalam membahas skripsi kalian. Nah kalau kalian ke perpus baik itu yang offline atau sudah online kalian gak perlu lama-lama karena baca semua isi skripsi. Dengan adanya abstrak kalian akan sangat terbantu dalam menemukan skripsi-skripsi yang berhubungan dengan penelitian yang akan kalian lakukan. Berikut kami berikan contoh abstrak skripsi berbahasa Indonesia.

 Contoh Abstrak #1

PENGARUH STUDENT FACILITATOR & EXPLAINING BERORIENTASI TRI HITA KARANA PADA HASIL BELAJAR IPA SISWA SEKOLAH DASAR

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan pada hasil belajar IPA siswa yang dibelajarkan dengan model Student Facilitator and Explaining Berorientasi Tri Hita Karana dan siswa yang tidak dibelajarkan dengan model Student Facilitator and Explaining Berorientasi Tri Hita Karana pada kelas V Sekolah Dasar di Gugus II Kecamatan Sidemen Tahun Pelajaran 2015/2016. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen semu yang menggunakan desain non-equivalent post-test only control group design. Seluruh siswa kelas V di Gugus II Kecamatan Sidemen merupakan popukasi dari penelitian ini. Sampel yang digunakan adalah kelas V dari SDN 1 Sidemen sebagai kelas eskperiman dan kelas V dari SDN 3 Sidemen sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode tes. Instrumen yang digunakan berupa tes objektif pilihan ganda. Data yang didapatkan dianalisis dengan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). hasil penelitian menunjukan rata-rata skor hasil belajar IPA siswa yang menggunakan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining berorientasi Tri Hita Karana sebesar 23,12. Kemudian rata-rata skor hasil belajar IPA siswa yang tidak menggunakan model Student Facilitator and Explaining berorientasi Tri Hita Karana sebesar 14,11. Pengujian hipotesis menggunakan uji-t menunjukan thitung > ttabel (thitung= 4,946 > ttabel=1,99962). Berdasarkan hasil penelitian  tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dari hasil belajar IPA siswa yang diajar dengan model Student Facilitator and Explaining berorientasi Tri Hita Karana dan siswa yang tidak diajarkan dengan model Student Facilitator and Explaining  berorientasi Tri Hita Karana pada kelas V Sekolah Dasar di Gugus II Kecamatan Sidemen Tahun Pelajaran 2015/2016.

Kata kunci: hasil belajar, IPA, SFAE, Tri Hita Karana

 Contoh Abstrak #2

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA SEKOLAH DASAR

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation dan kelompok siswa yang tidak dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation pada siswa kelas V SD di Gugus VII Kecamatan Buleleng Tahun Pelajaran 2017/2018. Penelitian ini merupakan penelitian eskperimen semu (quasi- experiment) dengan rancangan penelitian adalah Non Equivalent Control Group Design. Populasi penelitian adalah siswa kelas V SD di Gugus VII Kecamatan Buleleng Tahun Pelajaran 2017/2018. Sampel ditentukan dengan teknik random sampling dan diperoleh Sekolah Dasar No. 2 Anturan sebagai kelompok eksperimen yang berjumlah 23 orang siswa dan Sekolah Dasar No. 4 Kaliasem sebagai kelompok kontrol yang berjumlah 24 orang siswa. Hasil belajar IPA yang dihasilkan dari tes hasil belajar dengan bentuk objektif dikumpulkan sebagai data. Kemudian data tersebut diolah dengan menggunakan analisis statistik inferencial (uji-t polled varians). Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thitung = 5,12 lebih besar dari ttabel (pada taraf signifikansi 5%) = 2,14. Dilihat dari hasil perhitungan rata-rata hasil belajar IPA kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation adalah 21,48 lebih besar dari rata-rata hasil belajar IPA kelompok siswa yang tidak dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation yaitu 15,25. Jadi dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe group investigation berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD di Gugus VII Kecamatan Buleleng Tahun Pelajaran 2017/2018. Bagi peneliti selanjutnya digharapkan agar memperhatikan kendala-kendala yang dialami dalam pelaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation khususnya dalam ilmu IPA sebagai bahan pertimbangan untuk perbaikan dan penyempurnaan penelitian yang akan dilaksanakan.

Kata kunci: kooperatif tipe group investigation, dan hasil belajar IPA.

 Contoh Abstrak #3

PENGARUH WORD SQUARE TERHADAP KETERAMPILAN BERBICARA SISWA SEKOLAH DASAR

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh yang signifikan keterampilan berbicara antara siswa yang menggunakan model pembelajaran Word Square dan siswa yang tidak menggunakan model pembelajaran Word Square pada siswa kelas III di SDN Gugus XI Kecamatan Kuta Selatan 2017/2018. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimental dengan menggunakan non-equivalent post-test only  control group design. Sampel penelitian berjumlah 46 siswa, yang terdiri dari 23 siswa kelas III SDN 2 Jimbaran sebagai kelompok eksperimen dan 23 siswa kelas III SDN 2 Pecatu sebagai sebagai kelompok kontrol. Pemilihan sampel menggunakan teknik random sampling. Instrumen dengan bentuk tes unjuk kerja digunakan untuk mengumpulkan data berupa nilai siswa. Kemudian data dianalisis dengan menggunakan analisa statistika deskriptif dan analisa statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor keterampilan berbicara kelompok eksperimen adalah 22,03. Sedangkan rata-rata skor keterampilan berbicara kelompok kontrol adalah sebesar 16,32. Dilanjutkan dengan uji hipotesis menggunakan uji-t menunjukkan bahwa thitung > ttabel (thitung = 6,9124 > ttabel =3,215). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan berbicara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Word Square berbantuan media gambar dan siswa yang tidak dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Word Square berbantuan media gambar pada kelas III di SD Gugus XI Kecamatan Kuta Selatan Tahun Pelajaran 2017/2018.

Kata-kata kunci: keterampilan berbicara , Word Square, tes performance.

Abstrak Karya Ilmiah

Berikut ini adalah contoh abstrak dari karya ilmiah. Karya ilmiah adalah sebuah karya tulis yang dibuat dengan menggunakan kaidah-kaidah ilmiah sehingga kebenaran dari sebuah karya ilmiah tersebut teruji dan terukur. Karya ilmiah juga memiliki abstrak yang memudahkan pemcaba dalam menemukan informasi umum dari sebuah karya ilmiah sebelum membaca lebih lanjut. Berikut adalah contoh abstrak karya ilmiah.

PENTINGNYA MIXED EDUCATION DALAM MEMAJUKAN PENDIDIKAN DI DAERAH PERBATASAN

ABSTRAK

Pendidikan adalah bagian terpenting dalam meningkatkan sumber daya manusia. Seperti yang diatur pada undang-undang dasar 1945 pada pasal 31 ayat satu bahwa semua masyarakat berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran, kemudian pada pasal 31 ayar 3 dijelaskan bahwa pemerindah mengusahakan sebuah penyelenggaraan sistem pendidikan nasional yang dapat meningkatkan ketaqwaan serta akhlak mulia agar dapat membangun bangsa yang cerdas. Komitmen itu ditunjukan dengan pengalokasian anggaran untuk pembelajaran minimal 20% dari Anggaran Pemasukan dan Belanja Negara (APBN). Namun masih kita lihat bersama bahwa daerah yang masih jauh dari centralisasi pemerintahan yaitu daerah terpencil dan terdepan belum mendapat atensi yang maksimal.  Sianturi serta Nafsiah ( 2002) menyatakan bahwa pada wilayah perbatasan belum menemukan atensi secara sama dengan daerah lain khususnya di daratan pulau jawa. Keadaan yang lebih memprihatinkan adalah bagaimana mereka terngiang-ngiang dengan kehidupan nergara tetangga. Dalam rangka menghindari kecemburuan sosial, khususnya dalam bidang pendidikan, Education Mixed System Ind-Mal diusulkan sebagai salah satu alternatif untuk membuat sebuah pembelajaran berbasis kolaborasi. Education Mixed System Ind-Mal merupakan sebuah sistem terintegrasi yang menaungi proses pendidikan di daerah perbatasan. Ini dilakukan untuk menyesuaikan kondisi wilayah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga. Dimana pembelajran akan mengutamakan aspek lokal tanpa menghilangkan sistem pendidikan secara utuh yang dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia. Education Mixed System Ind-Mal adalah sebuah upaya untuk adaptasi lingkungan yang lebih baik dan selangkah di depan untuk bidang pendidikan, khususnya untuk di kawasan negara-negara Asia Tenggara.

Kata Kunci : Daerah Perbatasan, Education Mix System Ind-Mal, Indonesia-Malaysia, Kualitas Pendidikan.

Abstrak Jurnal

Jurnal merupakan salah satu ilmiah yang mana merupakan “laporan” dari sebuah hasil penelitian. Jurnal biasanya dimuat dalam sebuah publikasi baik jurnal dengan metode dan topic yang berbeda maupun sama, bergantung ppada proses kurasi sebuah jurnal. Pada jurnal juga disajikan abstrak singkat yang menjelaskan informasi umum dan bisa dibillang sangat penting dari sebuah jurnal atau karya tulis. Berikut adalah contoh abstrak jurnal dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Simak contoh abstrak jurnal berikut ini.

 Contoh Abstrak Jurnal Bahasa Indonesia

KETIDAKSESUAIAN ATAS KEPASTIAN HUKUM TERHADAP HAK MILIK BERSAMA ATAS TANAH KOMUNAL DENGAN PASAL II AYAT 1 KOVERSI UUPA

ABSTRAK

Lahirnya Keputusаn Menteri Аgrаriа dаn Tаtа Ruаng/Kepаlа Bаdаn Pertаnаhаn Nаsionаl Nomor 276/KEP-19.2/X/2017 tentаng Penunjukаn Desа Pаkrаmаn di Provinsi Bаli Sebаgаi Subyek Hаk Pemilikаn Bersаmа (Komunаl) Аtаs Tanah tidak sesuai dengan ketentuan Pasal II Ayat 1 Konversi Undang-undang nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria yang sudah jelas salah satunya menegaskan mengenai tanah druwe desa. Sehingga hal ini menyebabkan suatu multitafsir. Oleh karena itu, menarik untuk diteliti terhadap dаsаr munculnyа Keputusаn Menteri Аgrаriа dаn Tаtа Ruаng/Kepаlа Bаdаn Pertаnаhаn Nаsionаl Nomor 276/KEP-19.2/X/2017 tentаng Penunjukаn Desа Pаkrаmаn di Provinsi Bаli Sebаgаi Subyek Hаk Pemilikаn Bersаmа (Komunаl) Аtаs Tanah dаn kuаt аtаu tidаk dаyа mengikаt dаri keputusаn tersebut. Metode penelitian ini adalah metode penelitian hukum normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penunjukkаn Desа Pаkrаmаn di Provinsi Bаli sebаgаi Subjek Hаk Pemilikаn Bersаmа (Komunаl) Atаs Tаnаh tidak konsisten dengan aturan yang ada diatasnya. Bahkan dari ketidakpastian hukum tersebut menyebabkan suatu kekosongan hukum terhadap status dan kedudukan hak atas tanah druwe desa di Bali. Seharusnya pengaturan tanah adat di Bali sesuai dengan Pasal II Ayat 1 Konversi  UUPA yang salah satunya menegaskan hak atas druwe desa. Hak atas druwe desa subjeknya pasti desa adat dan Desa Adat sudah mengatur hak-hak atas tanah druwe desa di Bali. Sehingga diperlukan revisi terhadap Keputusan Menteri Аgrаriа dаn tаtа ruаng/kepаlа bаdаn pertаnаhаn nаsionаl nomor 276/KEP-19.2/X/2-2017 tentаng Penunjukkаn Desа Pаkrаmаn di Provinsi Bаli sebаgаi Subjek Hаk Pemilikаn bersаmа (Komunаl) аtаs tаnаh supaya berkepastian hukum.

Keywords: Tanah Druwe desa, Hak komunal, Hak Ulayat, Konversi

MENGGAGAS RAGI (YEAST) SEBAGAI ALTERNATIF ALAT KONTRASEPSI (KAJIAN TEORITIS TENTANG PEMANFAATAN RAGI SEBAGAI ALAT KONTRASEPSI UNTUK MENEKAN PERTUMBUHAN
PENDUDUK DI INDONESIA)

ABSTRAK

          Penulisan karya tulis ini bertujuan untuk memaparkan pemanfaatan ragi (yeast) sebagai alternatif alat kontrasepsi untuk menekan pertumbuhan penduduk di Indonesia. Adapun yang menjadi latar belakang penulisan ini karena Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki jumlah penduduk terbesar di dunia. Ini terjadi dikarenakan jumlah kelahiran di Indonesia yang tidak dapat terkendali. Meskipun pemerintah telah mencanangkan sebuah Program Keluarga Berencana (KB) yang diaplikasikan dengan penggunaan alat kontrasepsi ternyata belum mampu mengatasi masalah yang terjadi. Jumlah kelahiran yang tidak dapat terkendali ini disebabkan karena banyaknya keluarga yang mengeluh tentang penggunaan alat kontrasepsi. Harga mahal, susah didapat dan tidak nyaman saat penggunaannya menjadi alasan bagi mereka yang tidak ingin menggunakan alat kontrasepsi sehingga jumlah kelahiran pun tidak dapat terkendali.

Ragi (Yeast) memiliki potensi yang baik untuk dikembangkan menjadi alternatif alat kontrasepsi guna menekan pertumbuhan penduduk di Indonesia. Potensi ragi sebagai alternatif alat kontrasepsi ditinjau dari kadar alkohol yang diperoleh dari hasil fermentasi ragi yang dapat mempengaruhi kesuburan seseorang. Hal ini membantu untuk mencegah suatu kehamilan sehingga dapat membantu mengendalikan angka kelahiran. Ragi dapat menghambat proses produksi hormon estrogen sehingga tidak terjadi perkembangan ovum (telur). Ragi dapat mengurangi produksi hormon steroid, menghambat ovulasi, dan mengganggu perjalanan sperma melalui tuba fallopian sehingga tidak terjadi perkembangan ovum/sel telur. Penggunaan ragi sebagai alternatif alat kontrasepsi dapat dilakukan dengan mengolah ragi menjadi berbagai olahan makanan dan minuman sehari-hari.

Kata-kata kunci : ragi, alat kontrasepsi, pertumbuhan penduduk

PENGEMBANGAN MODUL PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN DALAM
PELAKSANAAN BIMBINGAN PRIBADI BAGI SISWA
KELAS X DI SMA TIGA MARET (GAMA) YOGYAKARTA

ABSTRAK

          Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pengembangan kepribadian bagi siswa kelas X sebagai media dalam pelaksanaan layanan bimbingan pribadi di SMA Tiga Maret (GAMA) Yogyakarta. Modul pengembangan kepribadian tersebut untuk memudahkan siswa dalam pembelajaran tentang pengembangan kepribadian.

Penelitian ini termasuk jenis penelitian pengembangan dengan mengacu pada pendapat Borg & Gall. Produk yang dikembangkan berdasarkan penelitian awal adalah modul pengembangan kepribadian bagi siswa kelas X yang berisi materi-materi pemahaman diri, percaya diri dan tanggungjawab. Subjek uji coba dalam penelitian pengembangan ini adalah subjek ahli, yaitu ahli materi bimbingan pribadi, ahli media pembelajaran dan guru pembimbing, serta subjek siswa kelas X SMA GAMA Yogyakarta sebagai calon pengguna produk. Penentuan subjek tersebut dilakukan dengan random sampling, yang terdiri dari 10 orang siswa untuk uji coba lapangan utama dan 24 orang siswa untuk uji lapangan operasional. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan angket. Angket ini digunakan untuk menilai modul yang dikembangkan dari segi kelengkapan modul, isi materi maupun tampilan fisik modul. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pada uji coba lapangan utama modul pengembangan kepribadian bagi siswa kelas X SMA termasuk dalam kategori baik. Setelah dilakukan revisi, modul hasil pengembangan termasuk dalam kategori sangat baik pada uji lapangan operasional. Dengan demikian, modul pengembangan kepribadian bagi siswa kelas X SMA hasil pengembangan ini layak digunakan oleh siswa.

Kata kunci: Pengembangan Modul, Pengembangan Kepribadian

 

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS
LOKASI CONTOH DAN TITIK PENGAMATAN GEOLOGI
STUDI KASUS GEOLOGI LEMBAR NANGAPINOH,
KALIMANTAN BARAT

ABSTRAK

Sistem Informasi Geografis Lokasi Contoh dan Titik Pengamatan Geologi Studi Kasus Geologi Lembar Nangapinoh, Kalimantan Barat merupakan suatu sistem yang bersifat keruangan dan membantu memberikan serta menyajikan informasi mengenai hasil survei penelitian geologi yang dilakukan di kawasan Nangapinoh. SIG ini disertai data pendukung yang berguna untuk menyajikan informasi yang dibutuhkan dari kawasan Nangapinoh. Selain it, SIG ini membantu staf telmik yang ada di Pusat Survei Geologi (PSG) untuk mengelola informasi geologi yang

Pembuatan SIG ini menggunakan cara pengumpulan data dengan mengambil data di PSG, mewawancara pembimbing lapangan, studi literatur yang mendukung teori penyelesaian masalah serta Unified Modelling Language (UML) untulc perancangan peranglcat lunaknya disertai juga pengujian perangkat lunaknya. Software yang digunalcan untuk membangun SIG ini yaitu menggunakan Visual Basic 6.0, ArcView 3.3, Microsoft Access 2003 sena Map Objects 2.4.

Kata Kunci Sistem Informasi Geografis (SIG), keruangan, penelitian geologi, Pusat Survei Geologi, Unified Modelling Language

 

MEMBANGUN KARAKTER MELALUI KEBIASAAN BELAJAR MATEMATIKA
SISWA KELAS X MULTIMEDIA I SMK NEGERI 01 SURABAYA TAHUN AJARAN
2011-2012

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai karakter yang dapat membangun kebiasaan belajar matematika siswa kelas X Multimedia 1 SMK Negeri 01 Surabaya tahun ajaran 2011-2012. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MULTIMEDIA SMK Negeri 10 Surabaya, yang terdiri dan 2 kelas. Sampel sejumlah 35 siswa diambil dan kelas X MULTIMEDIA I SMK Negeri 01 Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelatif sehingga data dianalisis untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan belajar matematika siswa dengan hasil belajar matematika siswa. Instrumen pengambilan data menggunakan dokumentasi, angket, dan pengamatan langsung yang kemudian dianalisis menggunakan korelasi linier sederhana. Hasil penelitian diperoleh adalah nilai karakter yang dapat membangun kebiasaan belajar matematika siswa yaitu Jujur, Disiplin, Bertanggung jawab, Kerja keras, Percaya diri, dan Mandiri.

Kata Kunci : Pendidikan Karakter, Kebiasaan Belajar Siswa, Matematika.

Contoh Abstrak Jurnal Bahasa Inggris

INCONSISTENCY OF LAW REGULATION ARTICLE II PARAGRAPH 1 ABOUT COMMUNAL RIGHT OWNERSHIP

ABSTRACT

The issuance of the Decree of Minister of Agrarian Affairs/ Head of the National Land Agency Number 276/KEP-19.2/X/2017 concerning the appointment of indigenous village in Bali as the subject of communal ownership rights over land does not align with the provision of Article II Paragraph 1 Conversion of Regulation Number 5 Year 1960 concerning Basic Agrarian Law (BAL) that one of which clearly confirms about druwe land of the indigenous village. So, it causes multiple interpretations. Therefore, it is interesting to research the basics of the issuance of the Decree of Minister of Agrarian Affairs/ Head of the National Land Agency Number 276/KEP-19.2/X/2017 concerning the appointment of indigenous village in Bali as the subject of communal ownership rights over land and its binding strength. This study used normative law study as its method. The result shows that the appointment of indigenous village in Bali as the subject of communal ownership rights over land is inconsistent with its higher rules. Even from the legal uncertainty caused a legal vacuum to the status and position of rights over druwe land of the indigenous village in Bali. Indigenous land arrangements in Bali should be in accordance with Article II Paragraph 1 of Conversion of BAL, one of which confirms rights of village druwe. Subject of village druwe rights is surely indigenous village and it has arranged rights over village druwe land in Bali. Hence, a revision is needed on the Decree of Minister of Agrarian Affairs/ Head of the National Land Agency Number 276/KEP-19.2/X/2-2017 concerning the appointment of indigneous in Bali as the subject of communal ownership rights over land to present legal certainty.

Keywords: Village Druwe Land, Communal Rights, Indigenous Rights, Conversion

 

THE EFFECT OF SUSTAINABLE FINANCE DISCLOSURE ON FIRM VALUE

ABSTRACT

The aim of this research is to prove the effect of sustainable finance disclosure on firm value with independent commissioner as moderating variable. The sustainable finance disclosure as an independent variable is measured by Sustainability Accounting Standards Board (SASB) commercial bank. Firm value as a variable dependent is measured by Tobin’s Q ratio. Independent Commissioner is measured by calculate the ratio of independent commissioner compared to the total number of commissioners. Banking companies listed on Indonesian Stocks Exchange in 2014-2018 is used as the population of the study. There are total of 185 samples to analyze. Samples are taken by using saturated sampling technique. The data which are used in this research are the secondary data taken from firm annual report and sustainability report. Content analysis is used to analyze sustainable finance disclosure in annual report and sustainability report. Panel data regression is used to determine the effect of sustainable finance disclosure on firm value with independent commissioner as moderating variable. The regression model used is the Random Effect Model. The results of this study indicate that the sustainable finance disclosure have a significant positive effect on firm value. Independent commissioners have no significant effect on firm value. Independent commissioners are not able to moderate the effect of sustainable finance disclosure on firm value.

 

Keywords: Independent commissioner; firm value; Sustainable finance disclosure; Sustainability Accounting Standards Board.

Abstrak Penelitian

Berikut ini adalah contoh abstrak penelitian tentang…Abstrak berikut ini menjelaskan tentang sekilas informati penting dari penelitian yang dilaksanakan. Simak contoh abstrak penelitian berikut ini.

PENGGUNAAN BUKU AJAR BERBASIS KEBUDAYAAN LOKAL DALAM RANGKA MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS

ABSTRAK

Penelitian ini secara jangka panjang memiliki tujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Inggris sebagai kurikulum muatan lokal di sekolah dasar. Peningkatan tersebut berupa peningkatan pemanfaatan media pembelajaran yang variatif, yang dalam penelitian ini difokuskan pada pengembangan buku cerita bergambar berbasis budaya lokal. Pembelajaran anak-anak yang masih pada fase perkembangan konkrit dan memiliki karakteristik yang cepat bosan dan suka bermain hendaknya dibantu dalam proses pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran yang menarik dan menyenangkan, sehingga mereka termotivasi untuk belajar dan dapat meningkatkan minat membaca. Pada tahun pertama telah dihasilkan 8 buku cerita yang sudah divalidasi oleh ahli dan sudah memenuhi persyaratan kualitas buku bacaan yang baik dalam uji ahli dan pengguna.  Dengan demikian pada tahun kedua tujuan khusus penelitian adalah untuk mengetahui efektivitas penggunaan buku cerita berbasis budaya lokal terhadap hasil belajar siswa, dengan spesifikasi tujuan, yaitu (1) untuk menginvestigasi pengaruh penggunaan buku cerita bergambar berbasis budaya lokal jenis folktale terhadap kompetensi membaca siswa, (2) untuk menginvestigasi pengaruh penggunaan buku cerita bergambar berbasis budaya lokal jenis fable terhadap kompetensi membaca siswa, (3) untuk menginvestigasi pengaruh penggunaan buku cerita bergambar berbasis budaya lokal jenis legend terhadap kompetensi membaca siswa, (4) untuk menginvestigasi pengaruh penggunaan buku cerita bergambar berbasis budaya lokal jenis myth terhadap kompetensi membaca siswa, (5) untuk menginvestigasi pengaruh simultan penggunaan buku cerita bergambar berbasis budaya lokal  (folktale, fable, legend, myth) terhadap kompetensi membaca siswa, dan (6) untuk menginvestigasi buku cerita yang paling efektif meningkatkan kompetensi membaca siswa. Selanjutnya, pada tahun ketiga, tujuan penelitian adalah (1) untuk mengembangkan buku cerita bergambar versi digital yang memberikan alternatif pembelajaran IT-based bagi SD yang memiliki fasilitas memadai dan (2) untuk menguji kualitas produk melalui uji ahli dan pengguna. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R&D) yang diadaptasi dari model Gall & Borg (1983) dan Hyland (2003). Sementara pada tahun kedua peneliti mengaplikasikan penelitian eksperimental dengan desain Post-Test Only Control Group dengan analisis One-Way ANOVA. Pada tahun kedua luaran penelitian adalah: (1) Produk akhir 4 buku cerita bergambar berbasis budaya lokal jenis folktale, fable, legend, dan myth, (2), Accepted  artikel pada jurnal internasional terindeks Journal of Early Childhood Literacy atau International Journal of Instruction, dan (3) Makalah dalam konferensi internasional MICOLLAC Malaysia. Pada tahun ketiga adalah: (1) Produk akhir 4 cerita bergambar berbasis budaya lokal versi digital, (2) Published artikel pada jurnal internasional terindeks Innovation in Language Learning and Teaching atau International Journal of Instruction,  (3) Makalah dalam konferensi internasional Asia TEFL.

Kata Kunci: buku cerita bergambar, budaya lokal, kompetensi membaca

Contoh Abstrak Bahasa Inggris

Dalam rangka kepentingan publikasi internasional, publikasi karya ilmiah dalam bahasa Inggris sudah sangat umum dikenal. Hal ini gunanya untuk menyebarluaskan hasil publikasi sehingga dapat dibaca dan dijadikan referensi tidak hanya oleh orang yang paham bahasa Indonesia. Sehingga publikasi akan semakin bermanfaat bagi banyak orang. Berikut ini adalah contoh abstrak bahasa Inggris yang menjadi bagian dari publikasi karya ilmiah bahasa Inggris. Simak contoh abstrak basaha Inggris berikut ini.

Contoh 1

THE EFFECT OF LOCAL CULTURE STORYBOOK ON STUDENTS’ READING COMPETENCE

ABSTRAK

The purpose of this study was to discover the significant difference on students’ reading competence between students taught using local culture-based storybook in the form of Legend and students taught without using local culture-based storybook in the form of Legend in Buleleng district primary schools. This study was an experimental study utilizing post-test only control group design. The population of this study was all sixth graders of Buleleng district primary schools while the samples of this study were 40 students consisting of 20 students from SD Lab Undiksha as experimental group and 20 students from SDN 4 Kaliuntu as control group. The samples were chosen using one intact group cluster random sampling technique. The data collection was done through post-test. The obtained data were analyzed descriptively and inferentially. The result shows that, the mean score for experimental is higher than control group which is 89.75 > 83.75. Furthermore, inferential statistical analysis through t-test reveals that t observed is higher than t critical value which is 2.129 > 2.0244 (α = 0.05).  It indicates that there is a significant difference on students’ reading competence between students taught using local culture-based storybook in the form of Legend and students taught without using local culture-based storybook in the form of Legend in Buleleng district primary schools.

Keywords: Legend, Local Culture, Reading, Storybook, TEYL.

Contoh 2

PEER ASSESSMENT AND COLLABORATIVE LEARNING IN EFL CLASSROOM OF ADULT LEARNERS

ABSTRACT

It is believed that adults learn better from peer. Colleagues contribute significant critic as well as suggestion in process of learning. Peer assessment is one of authentic assessments emphasizing on the role of colleagues in giving feedback in the form of oral or written feedback. While collaborative learning is a situation in which students learn collaboratively, sharing their ideas, opinions, and thoughts with their peers. Implementation of peer assessment and collaborative learning in the same time are believed to be able to promote students’ achievement in English as a Foreign Language classroom of adult learners. Emphasizing on the process of assessing and collaborating helps students to train their ability in working cooperatively on something. Learning collaboratively and cooperatively, criticizing, suggesting, and sharing ideas are keys of development as adult learners. It also believed that through collaborative working and assessing can decrease dependence toward existence of teacher. This paper aimed to describe how peer assessment and collaborative learning create environment of trust, honest, fair, or neutral, and critical thinking among the students of EFL. Further, this paper will include discussion of researches employing peer assessment and collaborative learning in EFL classroom of adult learners.

Key words: peer-assessment, collaborative learning, adult learners.

 

Contoh Abstrak Tugas Akhir

Tugas akhir biasanya diminta saat kalian akan mengakhiri sebuah mata kuliah atau pendidikan. Tugas akhir ini merupakan salah satu karya tulis ilmiah karena dibuat dengan menggunakan kaidah-kaidah ilmiah. Nah, berikut ini kami berikan contoh abstrak tugas akhir. Simak contoh abstrak berikut ini.

BUDIDAYA PEMBESARAN IKAN LELE SEBAGAI USAHA POTENSIAL DI KABUPATEN NGANJUK JAWA TIMUR

ABSTRAK

Ikan lele (Clarias Batrachus) menjadi salah satu komoditi hasil perikanan yang kian digemari oleh masyarakat Indonesia. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat potensi usaha budidaya pembesaran ikan lele di Kabupaten Nganjuk Jawa Timur. Metode analisis data dilakukan dengan metode deskritif kuantitatif dengan teknik survey menggunakan kuesioner. Sampel yang digunakan berjumlah 7 responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa parameter usaha budidaya pembesaran ikan lele (Keuntungan, R/C ratio, Payback Period dan Break Event Point) di Kabupaten Nganjuk Jawa Timur adalah sebagai berikut;  keuntungan berkisar 7.876.767 – 14.894.120 rupiah per periode, R/C ratio berkisar 1,7 – 2,07 per rupiah, Payback period berkisar 3,5 – 7,1 bulan, dan Break event point berkisar 9.838 – 14.595 rupiah per kg. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah bahwa usaha budidaya pembesaran ikan lele di Kabupaten Nganjuk Jawa Timur layak dilaksanakan.

Kata kunci: analisa, ikan lele, usaha budidaya,

Contoh Abstrak Penelitian Kualitatif

Penelitian dapat dibagi menjadi berbagai jenis diantaranya kualitatif, kuantitatif, peneitian, dan pengembangan, penelitian tindakan kelas, dan jenis penelitian lainnya. Namun beberapa yang telah disebutkan sebelumnya adalah penelitian yang paling familiar dalam dunia kampus serta pendidikan secara umum. Penelitian diatas dibedakan oleh beberapa faktor seperti objek dari penelitian, metode yang digunakan, dan tujuan dari penelitian itu sendiri. Nah berikut ini kita berikan contoh abstrak penelitian kualitatif. Simak contoh abstrak penelitian kualitatif berikut ini.

Contoh Abstrak Kualitatif #1

ANALISIS PROSEDUR PENYELESAIAN KREDIT BERMASALAH PADA UNIT USAHA BUMDES JAYA DESA EKA SARI, JEMBRANA

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) bagaimana prosedur penyaluran kredit unit usaha simpan pinjam BUMDES Jaya Desa Eka Sari, (2) mengapa prosedur penyaluran kredit tidak mampu mencegah terjadinya kredit macet, (3) bagaimana tindakan yang dilakukan oleh BUMDes dalam mengatasi kredit macet. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif.Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari hasil wawancara langsung dengan pengurus BUMDes “Jaya” Desa Eka Sari.Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi.Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah dengan 1) reduksi data, 2) penyajian data, 3) analisis data dan penarik simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Prosedur penyaluran kredit pada BUMDes Jaya sudah mengikuti prosedur yang baku dan sudah lazim. Serta proses pengajuan kredit sudah dilaksanakan secara terstruktur. (2)Prosedur penyaluran kredit  tidak mampu mencegah terjadinya kredit macet karena disebabkan dari pihak Nasabah yaitu sebagai berikut: Karakter Buruk, Kurangnya pemahaman masyarakat tentang kredit BUMDes, Penyalahgunaan Dana yang Telah Diberikan, Bencana Alam dan Perubahan Iklim yang Tidak Menentu. (3) Tindakan yang dilakukan oleh BUMDes Jaya dalam mengatasi Kredit Macet yaitu dengan melakukan suatu Pendekatan Edukatif, yaitu suatu pendekatan yang berasaskan kekeluargaan dan kebersamaan.

 

Kata Kunci:prosedur penyelesaian kredit, kredit bermasalah, pendekatan edukatif, BUMDes.

Contoh Abstrak Kualitatif #2

KEBERADAAN MEDITASI BIO ENERGI RATU BAGUS UNTUK MENGOBATI INSOMNIA

ABSTRAK

 Di masyarakat, ada kecenderungan menurunnya kesehatan tidak selalu sejalan dengan peningkatan usia, justru banyak orang-orang pada usia produktif (muda) mengalami berbagai macam penyakit yang biasanya menyerang orang tua, dimana salah satu penyakitnya susah tidur (insomnia) Pengobatan alternatif merupakan salah satu pilihan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan seperti Meditasi Bio Energi Ratu Bagus.

Permasalah penelitian ini dituangkan dalam beberapa pertanyaan pokok sebagai berikut. (1) Mengapa Meditasi Bio Energi Ratu Bagus eksis untuk mengobati insomnia. (2) Bagaimana tatacara Meditasi Bio Energi Ratu Bagus. (3) Apa saja implikasi setelah melakukan Meditasi Bio Energi Ratu Bagus. Pada prinsipnya tujuan penelitian ini adalah hendak memahami dan mendeskripsikan tatacara dan implikasi Meditasi Bio Energi Ratu untuk mengobati insomnia.

Penelitian ini dilaksanakan dengan metode Kualitatif, dengan menggunakan pendekatan Fenomenologi. Dilaksanakan di Asharam Ratu Bagus, Desa Muncan, Kecamatan Selat, Karangasem, dengan pengumpulan data secara primer dan skunder. Kemudian dilakukan analisis dan interprestasi data yang telah diseleksi, untuk kemudian ditarik seuatu kesimpulan. Selanjutnya dilakukan penulisan dan konstruksi hasil penelitian.

Berdasarkan kajian yang sudah dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut. 1) Eksisnya Meditasi Bio Energi Ratu Bagus untuk mengatasi insomnia di Ashram Ratu Bagus disebabkan oleh: a) keyakinan masyarakat mendapatkan kesembuhan, b) adanya keistimewaan bagi Orang bali membayar sukarela, c) ingin menggunakan pengobatan tradisional dan d)  mendapatkan pelayanan yang ramah. 2) Tata cara Meditasi Bio Energi Ratu Bagus untuk mengatasi insomnia: melakukan penglukatan terlebih dahulu di Archa Ganesha, selanjutnya para peserta memasuki taman latihan (center),  Sebelum memulai latihan para peserta mengucupkan salam kepada tiga pribadi yaitu a) Om Swastyastu Swastyastu Ratu Bagus, b) Om Swastyastu Bhatara Lingsir Ring Gunung Agung, c) Om Swastyastu Bhatara Surya. Dilanjutkan dengan tehnik Shaking. Dalam latihan shaking sikap telapak tangan terbuka smabil menghadap kedepan kea rah foto Ratu Bagus. Lalu berkonsetrasi dengan getaran yang dilakukan.3) Imfilikasi setelah melakukan Meditasi Bio Energi Ratu Bagus bervariasi yaitu blok – blok peredaran darah menjadi lebih lancar, lebih merasa bahagia, jarang sakit, merasa lebih sehat, pikiran menjadi lebih tenang dan lebih mengsyukuri hidup.

Kata kunci : Eksistensi, Meditasi Bio Energi Ratu Bagus, dan insomnia.

Contoh Abstrak Kualitatif #3

ABSTRAK

Kehamilan, persalinan, masa nifas dan bayi baru lahir merupakan proses yang fisiologis, namun dalam perjalanannya setiap ibu hamil dapat mengalami keluhan lazim, serta riwayat obstetri ibu sebelumnya yang berpotensi menimbulkan masalah agar segera diberikan asuhan yang sesuai dengan standar, sehingga kehamilan trimester III, persalinan, bayi baru lahir dan nifas ibu “LN” dapat berlangsung secara fisiologis. Tujuan penulisan laporan tugas akhir ini adalah mengetahui hasil asuhan kehamilan pada ibu “LN” dari kehamilan trimester ketiga, persalinan, nifas, neonatus dan bayi yang diberikan asuhan kebidanan. Hasil penulisan menunjukkan bahwa masa kehamilan ibu termasuk kehamilan yang fisiologis, namun asuhan yang diberikan tidak sesuai dengan standar, karena ibu tidak melakukan pemeriksaan Hb. Proses persalinan dapat berlangsung secara fisiologis namun inisiasi menyusui dini tidak berhasil dilakukan. Perubahan lokia, penurunan tinggi fundus uteri, dan laktasi ibu berlangsung fisiologis, masa nifas ibu “LN” berlangsung secara fisiologis dan asuhan pada nifas sesuai dengan standar asuhan kebidanan.  Secara fisiologis, perkembangan neonatus berlangsung hingga bayi berumur 42 hari. Diharapkan laporan tugas akhir ini dapat mampu memberikan pengalaman langsung bagi mahasiswa kebidanan dengan memberikan asuhan secara kompeherensif dari masa kehamilan trimester III sampai 42 hari masa nifas.

Kata kunci: kehamilan; persalinan; 42 hari masa nifas; neonatus; bayi

Contoh Abstrak Skripsi Kuantitatif

Selain kualitatif, kami menyajikan contoh abstrak skripsi kuantitatif, simak contoh abstrak kuantitatif berikut ini.

Contoh Abstrak Kuantitatif #1

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN IPS DEGAN MENGGUNAKAN MODEL ADDIE

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk perangkat pembelajaran IPS berwawasan budaya Bali. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan menggunakan model ADDIE. Subjek penelitian ini adalah 1 orang guru kelas III dan 26 orang siswa kelas III. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kualitas perangkat pembelajaran adalah lembar penilaian perangkat pemelajaran dari ahli untuk aspek validitas, serta angket respon guru dan angket respon siswa untuk menilai perangkat pembelajaran yang diterapkan. Hasil dari penelitian ini adalah 1) menghasilkan perangkat pembelajaran berupa 1 materi IPS, 7 RPP, dan 7 LKS yang telah dikembangkan dengan berwawasan budaya Bali, materi yang dikembangkan yaitu materi “jenis-jenis pekerjaan dan pentingnnya semangat kerja”, 2) produk ini sudah divalidasi oleh ahli IPS, ahli desain pembelajaran, ahli budaya Bali, ahli evaluasi dan pendidikan, diperoleh hasil dengan nilai CVR dan CVI yaitu 1,00 yang dapat dikategorikan “valid” dan layak untuk diujicoba, 3) produk ini telah diujicobakan secara terbatas di kelas III dan hasil produk ini yaitu dapat meningkatkan hasil belajar dan sikap cinta budaya Bali siswa dengan nilai rata-rata hasil belajar dari pertemuan 1, 2, dan 3 yaitu 74,69, 82,69, dan 95,85, serta peningkatan rata-rata sikap cinta budaya Bali siswa dari pertemuan 1, 2, dan 3 yaitu 70,23, 80,19, dan 92,42.

Kata kunci: perangkat pembelajaran, budaya Bali, hasil belajar

Contoh Abstrak Kuantitatif #2

PENGARUH IMPLEMENTASI  EFEKTIVITAS VALUE CLARIFICATION TECHNIQUE TERHADAP HASIL BELAJAR PKN SISWA

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas dari penggunaan Value Clarification Technique dengan bantuan media sederhana terhadap hasil belajar PKn siswa kelas IV, serta mengetahui perbedaan signifikanya terhadap hasil belajar siswa yang tidak menggunakan metode Value Clarification Technique atau pembelajaran konvensional. Jenis peneltian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi eksperimen) dengan rancangan penelitian menggunakan desain penelitian post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas IV SD gugus II Kecamatan Mendoyo Tahun Pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 143 siswa. Sampel ditentukan dengan teknik simple random sampling dan diperoleh kelas IV SD Negeri 2 Pohsanten sebagai kelompok eksperimen yang berjumlah 24 siswa dan kelas IV SD Negeri 2 Mendoyo Dangin Tukad sebagai kelompok kontrol yang berjumlah 23 siswa. Data hasil belajar PKn dikumpulkan dengan metode tes yaitu tes pilihan ganda. Data dianalisis  menggunakan uji t-Brunning dan Anava satu jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) implementasi Value Clarification Technique (VCT) berbantuan media sederhana efektif pengaruhnya terhadap hasil belajar PKn siswa kelas III dengan hasil 4,19, 2) terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar PKn siswa yang mengikuti Value Clarification Technique (VCT) berbantuan media sederhana dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional di kelas IV dengan Fhitung= 501,32 > Ftabel= 4,08. Berdasarkan hasil di atas, dapat disimpulkan bahwa Value Clarification Technique (VCT) berbantuan media sederhana berpengaruh terhadap hasil belajar PKn siswa kelas III di Gugus XIV Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2017/2018.

Kata kunci: VCT, media sederhana, hasil belajar PKn

Contoh Abstrak Kuantitatif #3

PENGARUH SIGNIFIKAN DARI PENDEKATAN SAINTIFIK BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan pendekatan saintifik berbantuan media audio visual dengan kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional siswa kelas V SD Gugus I Sukasada Tahun Ajaran 2015/2016. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini yaitu seluruh sekolah negeri,siswa kelas V SD Gugus I Sukasada yang terdiri dari 3 sekolah dengan jumlah siswa sebanyak 96 siswa. Sampel pada penelitian ini adalah sebanyak 62 siswa, 32 siswa kelas V SD Negeri 1 Sukasada sebagai kelompok eksperimen dan sebanyak 30 siswa kelas V SD Negeri 2 Sukasada sebagai kelompok kontrol. Penentuan kelompok eksperimen dan kelompok control ditentukan dengan teknik random sampling. Pengumpulan data hasil belajar IPA dilakukan dengan metodete dan instrumen yang digunakan yaitu berupa tes objektif pilihan ganda biasa. Data yang diperoleh di analisis menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil analisis diperoleh 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = 3,750 > 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 = 2,000, pada taraf signifikansi 5% dengan derajat kebebasan (dk) = 32 +30 –2 = 60. Sehingga Ho ditolak yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan hasil belajar IPA siswa yang dibelajarkan menggunakan pendekatan saintifik berbantuan media audio visual dengan kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional siswa kelas V SD Gugus I Sukasada Tahun Ajaran 2015/2018. Nilai rata-rata hasil belajar IPA pada kelompok eksperimen yaitu 0,80 dan kelompok control yaitu 0,65. Perhitungan hasil belajar IPA dalam gain skor pada kelompok eksperimen yaitu 0,80 (kategori tinggi) dan kelompok kontrol 0,65 (kategori sedang). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pendekatan saintifik berbantuan media audio visual berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD Gugus I Sukasada Tahun Ajaran 2015/2016.

Kata-kata kunci : saintifik, audio visual, hasil belajar IPA.

Contoh Abstrak Laporan KKN (Kuliah Kerja Nyata)

Untuk mahasiswa yang mengambil Strata 1 atau S1 kalian pasti pernah mengalami atau menjalani Kuliah Kerja Nyata atau yang biasa dikenal dengan KKN. Disini mahasiswa akan melakukan program-program tertentu menyesuaikan dengan situasi lapangan dan keahlian yang dimiliki mahasiswa untuk membantu mengembankan potensi sebuah desa. Nah, diakhir masa KKN mahasiswa diminta membuat sebuah lapran sebagai laporan pertanggung jawaban bahwa mereka telah melaksanakan KKN beserta program-programnya. Nah, pada laporan KKN tersebut juga ada abstraknya lo. Berikut kami sajikan contoh abstrak laporan KKN. Simak contoh abstrak laporan KKN berikut ini.

ABSTRAK

Kuliah Kerja Nyata telah dilaksanakan di Desa Bajulan, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk Jawa Timur  selama 12 minggu dimulai pada tanggal 14 Juli sampai dengan 18 September 2012. Desa Bajulan merupakan desa yang dipilih menjadi desa tujuan KKN. Potensi desa yang melimpah menjadi salah satu tujuan utama pelaksanaan KKN guna meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam mengolah dan mengembangkan potensi desa setempat. KKN diawali dengan proses observasi desa guna menjajagi desa dan melihat potensi desa yang akan menjadi sasaran utama dalam pelaksanaan KKN. Program-progarm dirancang berurutan mulai dengan diskusi antar kelompok KKN, aparat desa, serta masyarakat setempat, khususnyayang bersinggungan langsung dengan program-program yang dirancang. Pelaksanaan program KKN dilakukan secara seimbang diawali dengan perencanaan, pelaksanaa, serta evaluasi di akhir setiap program. Hasil yang dicapai dari keseluruhan program KKN diantaranya mengembangkan keterampilan masyarakat dan ikut membantu pembangunan SDM guna meningkatkan potensi desa setempat.  Program literasi juga dilaksanakan untuk menumbuhkembangkan sumber daya manusia yang berkualitas sejak dini. Dalam bidang lingkungan, pengembangan konsep pemilahan sampah dan pengolahan sampah di tingkat desa mendapat respon dan partisipasi aktif warga Desa bajulan, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk Jawa Timur.

Kata kunci : Bajulan, KKN, SDM, Potensi Desa.

Itulah Contoh Abstrak untuk Karya Ilmiah, Paper, Skripsi, Makalah. Semoga bermanfaat dan bisa membantu menyelesaikan tugas dengan cepat.

Komentarmu.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

16 Komentar

  1. saya mau nanya, bagaimana cara membuat abstrak dri judul proposa dibawah ini:
    “Perancangan sistem kendali lampu berbasis android dengan koneksi wireless”…
    Mohon bantuannya…

  2. Mksh buat artikelnya yg padat dgn bebrapa contoh..sgt brmanfaat & sgt mbantu bg yg smentara bljar myusun lap. pnelitian..sukses slu..GBU

  3. terimakasih mas.. artikelnya sangat bermanfaat buat saya yang setiap hari membuat makalah. salam sukses!
    bisa dilihat pada kumpulanmakalah.com