Contoh Teks Anekdot

  • Whatsapp

Contoh Teks Anekdot – Mungkin bagi beberapa orang, teks anekdot terasa sangat asing walaupun sebenarnya mereka pernah membacanya namun tidak tau nama teksnya. Beberapa orang lainnya mungkin pernah mendengarnya namun tidak tau persis apa arti dari teks anekdot itu sendiri. Walaupun diajarkan disekolah mungkin saja bisa lupa karena ada banyak pelajaran Bahasa Indonesia dan hanya beberapa yang masih ada di ingatan orang-orang.

teks anekdot 1

Nah kali ini kita akan jelasan sejelas-jelasnya apa teks anekdot, apa saja isi dari teks anekdot, dan berbagai contoh dari teks anekdot. Berikut penjelasan tentang teks anekdot

Bacaan Lainnya

Pengertian Teks Anekdot

Teks anekdot diartikan sebagai sebuah teks singkat yang memiliki cerita lucu dan ditujukan untuk memberikan sebuah kritikan. Teks anekdot pada dasanya adalah sebuah kritikan yang dikemas cantik dalam balutan sebuah cerita singkat. Terkesan elegan karena tidak secara langsung memberikan kritikan secara keras, namun metode bercerita akan membuat kritikan dirasakan dan diterima dengan lebih baik.

Dapat dikatakan secara sederhana bahwa, teks anekdot adalah teks humor yang berbai kritik. Cerita dapat berupa prolog serta dapat juga berbentuk dialog atau percakapan dari dua tokoh atau lebih. Sebuah teks dapatdisebut sebagai teks anekdot bila dapat memenuhi tujuan sebagai kritikan dan mengandung sebuah pesan morel yang tentunya relevan dengan kejadian atau peristiwa nyata yang terjadi di lapangan saat ini.

Nah berikut ini adalah beberapa unsur penting yang harus ada dalam sebuah teks anekdot. Unsur ini adalah bagian struktural penting dari teks anekdot agar teks menjadi lebih rapi dan menjadi lebih baik dari segi penulisan dan dapat memberikan bacaan yang berkualitas dalam memberikan humor sekaligus kritikan. Ada beberapa bagian dari teks anekdot yaitu; 1) Abstraksi; 2) Orientasi; 3) Krisis; 4)c Reaksi; dan 5) Koda. Berikut adalah penjelasannya

  1. Abstraksi

Bagian abstraksi adalah bagian pertama yang ada dalam sebuah teks anekdot. Bagian ini memberikan gambaran umum yang akan dibahas dalam teks tersebut. Abstraksi ini akan menggambarkan bayangan dari cerita yang dibahas serta tujuannya dari pembahasan cerita ini dalam sebuah teks anekdot tersebut.

  1. Orientasi

Bagian kedua setelah abstraksi adalah orientasi dimana ini adalah cerita awal dari sebuah teks anekdot yang biasanya menjelaskan sebab dari terjadinya sebuah perisitiwa dalam sebuah cerita.

  1. Krisis

Krisis merupakan bagian dimana cerita menemukan puncaknya, atau krisis. Disini adalah inti dari cerita yang diceritakan dalam sebuah teks anekdot.

  1. Reaksi

Reaksi ini adalah bagian keempat dari sebuah teks anekdot yang mana merupakan reaksi yang muncul dari krisis yang terjadi sebelumnya. Ini bisa menjadi sebuah bagian yang memberikan penyelesaian dari masalah yang terjadi pada puncak krisis sebelumnya di dalam sebuah teks anekdot.

  1. Koda

Bagian terakhir atau penutup disebut sebagi koda yang mana merupakan bagian yang memberikan peryataan akhir dari teks anekdot itu sendiri.

BACA JUGA: Contoh Cerpen Singkat Terbaik: Persahabatan, Romantis, Sedih

Teks Anekdot Beserta Strukturnya

Berikut adalah contoh teks anekdot beserta strukturnya

Aku Tidak Apa-Apa

Abstraksi: Di siang hari yang begitu terik, seorang kakek tua tunawisma berjalan di jalanan pinggir sawah dan sesampainya di pertigaan jalan ia hendak menyebrang. Ia sangatlah tua, berjalan terlunta-lunta, dan bajunya terlihat sudah kucel nan kusut.

Orientasi: Baru saja kakek itu melangkahkan kaki pertamanya, mobil mewah dari arah berlawanan melintas dengan kecepatan tingi. Kakek itu dengan cepat kemudian reflek berteriak keras dan lalu menangis.

Krisis: Seketika pengendara mobil mewah itu pun berhenti dan keluar dari mobilnya dan terburu-buru menghampiri si kakek tua. Pengemudi itu terlihat sangat kaya, dari mobilnya, dan cara berpakainnya. Pengemudi itu pun bertanya, “Kek, mohon maaf, apakah saya menabrak anda?” tanya sang pengemudi dengan nada sopan

Reaksi: Dengan tenang si kakek menjawab, “tidak nak”. “Lalu, kakek kenapa menjerit, apa kakek minta pertolongan karena membutuhkan sesuatu?” tanya pengemudi itu dengan penuh keingintauan. “Tidak juga nak” jawab si kakek dengan nada datar. Sang pengemudi kemudian tampak kebingungan, ia tak mengerti lalu kenapa kakek ini menjerit dan menangis. Ia pun bertanya sekali lagi, “kalau begitu kakek sebenarnya kenapa?” tanyanya dengan sabar.

Koda: Dengan santai kakek itu menjawab, “itu anu, kelilingking kaki saya terlindas ban mobilmu saat kamu melintas dengan mobilmu, makanya saya refelek menjerit dan menangis, sakit.”

Teks Anekdot Singkat

teks anekdot singkat

Berikut adalah contoh teks anekdot singkat

Saat Presiden Negara-Negara Dunia Berdoa

Presiden China : Tuhanku, kapan kiranya negaraku akan terbebas dari kemiskinan?

Tuhan: Kurang lebih 20 tahun lagi pak presiden.

Presiden China: (menangis tesedu-sedu).

Presiden Amerika: Dear God, when the poverty of this country will end?

God: No worries, 10 years more Mr. President

Presiden Amerika: (menangis tersedu-sedu).

Presiden Indonesia: Tuhanku, sudah sangat lama kami dilanda kemiskinan, kapan ini semua akan berakhir?

Tuhan: (menangis tersedu-sedu).

Sedekah dari dan untuk Pengemis

Untuk kali pertamanya, Adi diminta untuk ke Pasar oleh Ibunya. Ia diminta untuk membeli beberapa kebutuhan untuk di rumah. Setelah berkeliling selama 30 ment akhirnya semua barang-barang permintaan Ibunya sudah ia beli. Lalu ia bergegas menuju parkir dan memasukan semua hasil belanjaannya ke dalam mobil. Dari arah yang berlawanan datang seorang pengemis tua yang kemudian meminta pada Adi.

“Nak, sedekahnya nak” kata si pengemis sambil merintih

Adi kemudian mengeluarkan uang pecahan 20 ribu dan memberikannya kepada pengems tersebut sembari berkata.

“Kembalikan 5 rb ya pak. Saya mau bayar parkir.” Dengan nada datar

Kemudian pengemis itu menyodorkan sebuah mangkuk kuno dengan uang 15rb di dalamnya.

“Lo kok banyak?” celanya meninggi

“Ini sudah cukup nak, anggap saja saya bersedekah juga”

Adi kemudian menunduk dan melihat uang 15 ribu yang baru saja disodorkan pengemis tua tersebut.

Matematika Mendasar

Diakhir jam pelajaran pertama menuju bel istirahat, Ibu guru sedang menulis sebuah soal dari peajaran Matematika di papan tulis.

“Anak-anak Ibu ada soal baru ni. Jadi diketahui jarak Kota A ke Kota B 10 kilometer, dan jarak dari kota B ke kota C adalah 15 kilometer. Nah pertanyaanya, berapa jarak dari Kota A ke Kota C? Ayo, yang bisa jawab boleh ke kantin duluan” seru Ibu guru dengan penuh semangat

“Saya bu” seorang siswa laki-laki di baris paling belakang berteriak sembari mengangkat tangan kanannya.

“ya, coba kamua, berapa jaraknya?”

“Tidak kurang dari 2 meter, Bu.”jawabnya cengengesan

Semua mata menyorot ke siswa laki-laki tersebut.

“Apa, coba diulang?” Ibu guru meminta mengulang jawabnya, karena beliau masih ragu dengan jawaban muridnya.

“Tidak kurang dari 2 meter Bu. Papan tulis kan cuma 2 meter bu.

Seisi kelas tertawa.

Racun yang Meracuni

Hari minggu adalah hari yang sangat meyenangkan bagi keluarga Pak Ismail. Setiap hari minggu mereka sekeluarga akan pergi berkebun di tanah miliknya di daerah puncak. Setelah berjalan-jalan di hari sabtu, hari minggu adalah hari berkebun.

Ardi dan Kila adalah anak laki-laki dan perempuan dari Pak Ismail. Mereka berdua berpisah dengan ayah dan ibunya berkeliling di bagian selatan kebun. Setelah beberapa menit Ardi berlari menuju lahan dimana ayah dan ibunya sedang menanam pohon pisang. Karena terkejut, melihat anaknya berlari-lari, ibunya pun menghampiri Ardi.

Ibu: Lo, kamu kenapa? Kok lari-larian gitu, adikmu mana?

Ardi: Itu Kila bu.

Ibu: Lo, Kila kenapa?

Ardi: Kila menelan ulat bulu, tadi kita petik jambu, ternyata jambunya ada ulatnya bu.

Ibu: Waduh, pak, ajak Kila ke Rumah Sakit pak, dia nelen ulat kata Ardi.

Ardi: Tenang bu, ulatnya udah mati kok, tadi aku suruh Kila nelen cairan desinfektan, biar ulatnya mati.

Ibunya melongo dan lalu jatuh pingsan.

Sosialita

Alkisah di sebuah komplek perumahan menengah ke bawah, ada dua remaja yang sudah berteman sangat lama. Mereka mengenyam pendidikan di tempat yang sama pula. Namun mereka berdua adalah tipe remaja yang berbeda satu sama lain. Ana adalah remaja yang sederhana dan tidak suka pamer walaupun ia adalah anak orang yang berkecukupan. Nita adalah remaja yang suka pamer padahal di rumah hanya biasa-biasa saja.

Nita: Ana, kamu baru beli baju baru kan?

Ana: Iya, emangnya kenapa?

Nita: Aku pinjem dong, aku mau pake fotoan.

Ana: Aku lo, baru beli, belum sempet pake.

Nita: Kamu sombong amat sih, dipinjem aja gak boleh. Pelit amat.

Ana: Iya deh, ini pake aja dah.

Akhirnya Ana memberikannya walau dengan berat hati. Karena tentu itu bukan hak Nita terlebih ia baru beli. Kemudian Nita menggunakan baju itu dan berfoto, singkat cerita ia upload foto ke Instagram.

Kemudian seorang netizen berkomentar

Netizen: Eh Nita, kamu pake bajunya Ana ya. Aku liat dia beli bajunya kemarin.

Nita pun kemudian menghapus foto di Instagramnya.

Bus Dharmawisata

12 Mei 2018 dilaporkan di salah satu stasiun TV Nasional bahwa ada sebuah peristiwa kecelakaan bis Dharma Wisata yang terjun ke jurang setelah mengalami rem blong di Jalan Lintas Nasional Sumatera. Seorang reporter secara langsung menyamaikan liputannya dari sekitar kejadian lokasi bersama kameramen yang datang secara langsung ke lokasi kejadian.

Reporter: Selamat siang pemirsa di rumah, kali ini saya sudah berada di lokasi kecelakaan Bus Dharma Wisata yang membawa 50 orang yang mana semuanya merupakan pejabat penting negara. Semua pejabat penting tersebut rencana melakukan sebuah kunjungan ke daerah Sumatera Utara. Bis yang berangkat pukul 4 pagi tersebut berangkat dari Bandar Udara Sumatera Utara dan mengalami kecelekaan di daerah kelok sembilan.

Namun ada berita baik yang kemudian dapat saya sampaikan selanjutnya yaitu seluruh rakyat Indonesia dipastikan selamat.

Sewa Bentar, Bayar Banyak, Sewa Lama, Bayar Dikit

Sore itu pak Soleh sedang membaca koran di beranda depan rumah. Kemudian datang anaknya yang berumur 12 tahun membawakan teh hangat dari dapur. Setelah membawakan teh, ia menyela ayahnya saat membaca koran.

Anak: Yah, aku heran sama berita tadi, ada seorang pencuri kambing, ia divonis 3 tahun penjara. Terus setelah itu ada berita, koruptor yang kemarin ramai diberitakan ia cuman dihukum 2.5 tahun. Aku kok gak paham ya yah? Itu gak salah ya? Apa emang kayak gitu hukum di Indonesia?

Ayah: Itu karena dia mengambil uang rakyat untuk bayar sewa hotel. Kalau dia mau tinggal lebih lama, dia akan ambil uang lebih banyak lagi. Jadi itu penyebabnya kalau mereka bisa sebentar saja di penjara.

Anak: Oh jadi gitu lo, paham aku sekarang.

Contoh Teks Anekdot Dialog

Berikut ini adalah contoh teks anekdot dialog

contoh teks anekdot

Pedagang Roti

Pada hari minggu yang sangat cerah, di sebuah komplek perumahan seorang pedagang roti masuk untuk berdagang keliling dengan menggunakan sepeda. Karena menggunakan klakson yang unik dan pedagang berteriak “Roti-Roti, ayo yang mau roti” akhirnya seorang anak bernama Candra keluar rumahnya dengan keadaan perut yang sangat lapar. Candra kemudian berlari dan berteriak memanggil si pedagang roti.

Candra : Bang, rotinya bang. Bang rotinya bang.

Pedagang roti pun menoleh ke belakang lalu membalikan sepeda motornya yang telah melewati rumah Candra beberapa meter.

Pedagang itu kemudian menghampiri Candra sembari berkata,

Pedagang roti : Ayo dik rotinya, mau rasa apa?

Candra : Kalau roti yang ini rasa apa Bang?

Pedagang roti : Ini rasa coklat dik

Candra : Kalau ini rasa apa pak?

Pedagang roti : Ini rasa nanas dik

Candra : Kalau ini?

Pedagang roti : Ini strawberry dik

Candra : La, kok semua rasa buah, saya mau rasa roti. Abangnya gimana sih. Yaudah saya gak jadi beli deh. Gak ada rasa rotinya.

Pedagang roti : Wah, gawat ini anak. Saraf. (sambil geleng-geleng kepala)

Contoh Teks Anekdot Lucu Dan Menyindir

Berikut adalah contoh teks anekdot lucu dan menyindir

contoh teks anekdot lucu

Lebih Berharga Sandal daripada Uang Rakyat

Pada suatu persidangan, seorang hakim menjatuhkan hukuman 3 tahun pada seorang pencuri sandal bernama Meidi, laki-laki berusia 32 tahun. Ia terbukti telah melakukan tindakan pencurian sandal di Masjid lingkungan rumahnya.

Meidi: Instruksi yang mulia, yang ulia tentu tau sandal itu harganya hanya Rp. 50.000 lalu mengapa saya dijatuhi hukuman 3 tahun sedangkan mereka yang mengambil uang rakyat mereka hukumannya jauh lebih rendah, bahkan tidak ketangkap, padahal mereka mengambil uang rakyat ratusan, milyaran, hingga triliyunan rupiah!

Hakim: Anda merugikan seseorang Rp.50.000, sedangkan mereka para koruptor hanya merugikan 250juta orang dengan jumlah Rp. 5 milyar. Kalau dihitung, per orang Cuma dirugikan Rp. 50.

Meidi: Lo, gak bisa gt dong pak.

Hakim: Kenyataannya seperti itu, anda jauh lebih merugikan daripada koruptor.

Meidi: Wah kacau!

Lelucon Pertukaran Pemuda

Dalam sebuah pertukaran mahasiswa antar negara-negara Asia, Theo dan Putra mendapatkan kamar yang sama karena setiap mahasiswa mendapat teman satu kamar. Di suatu pagi mereka menikmati hari minggu dengan bersantai di beranda belakang kamar hotel sambil minum kopi dan bermain gadget. Mereka pun kemudian saling melemparkan obrolan.

Putra : Theo, negaramu punya Menteri Kelautan kan ya?

Theo : Ia, kenapa?

Putra : Lo padahal negaramu gak punya lat, kok buat ada menteri kelautan.

Theo : La, kalian juga sama.

Putra : Sama gimana?

Theo : Kalian punya Menteri Keuangan kan?

Putra : Punyalah

Theo : la itu, emangnya ngurusin uang siapa? Kalian kan gak punya uang.

Putra : Wah, kacau ni anak.

Pengadilan yang Tidak akan Pernah Adil

Hari itu adalah hari minggu, dimana Imam sudah jauh-jauh merencanakan kunjungannya ke kawan lamanya. Saat hendak pulang, ia melewati jalanan yang sudah sepi karena sudah sangat malam. Tiba-tiba dari arah belakang seorang pengemudi motor gede datang dengan cepat dan menabrak Imam dari belakang. Sialnya, Imam terjatuh namun pengemudi motor gede itupun melarikan diri. Karena terlempar cukup keras, ia mengalami luka yang cukup parah sehingga memerlukan pertolongan petugas kesehatan.

Kemudian ia mencoba mencari puskesmas terdekat, namun ia kemudian hanya bisa menemukan apotek. Kemudian dia masuk ke apotek tersebut dan mengambil perban serta obat luka lalu membawanya ke kasir. Saat di kasir ia kemudian menyadari bahwa dompetnya tertinggal entah dimana, mungkin saja saat ia terjatuh dan terlempar setelah tabrakan terjadi. Ia pun kehilangan akal sehatnya, ia kemudian berpura-pura mengembalikan salah satu barang namun kemudian berbalik arah ke arah pintu keluar dengan berlari sebisanya. Seketika penjaga apotek mengejar dan berteriak maling ke pada Imam. Warga sekitar pun ikut mengejar Imam yang berlari kecil karena luka yang dialaminya.

Warga kemudian dengan sangat mudah menangkap Imam. Parahnya lagi, warga melaporkan Imam atas tuduhan pencurian di apotek ke pos polisi terdekat. Singkat cerita, beberapa kemudian Imam hadir dalam sidangnya.

Pada saat sidang, hakim menanyakan kronologi kejadian pada Imam. Ia kemudian menjelaskan bahwa awalnya ia tertabrak dari belakang oleh pengendara motor gede kemudian ia terjatuh dan terluka. Ia kemudian mencari bantuan namun akhirnya menemukan apotek. Karena kehilangan dompetnya ia tidak membawa uang dan terpaksa mencuri obat-obatan di apotek tersebut. Sayangnya Imam tidak ada yang memberikan kesaksian sehinga dianggap membuat-buat oleh hakim.

Selanjutnya, petugas apotek diberikan kesempatan untuk menjelaskan kronologinya. Ia melihat lelaki itu yaitu Imam masuk ke apotek dengan kondisi terluka. Kemudian ia melihat Imam mengambil obat-obatan lalu menuju ke meja kasir namun saat akan membayar tiba-tiba ia kabur melarikan diri dan lalu petugas berteriak “maling” secara spontan.

Lantas hakim menanyakan kerugian kepada petugas apotek.

Pak Hakim: lalu, berapa kira-kira kerugiannya pak? Tanya hakim kepada petugas apotek

Petugas apotek: Semuanya 20 ribu pak.

Pak Hakim: baik kalau begitu, Yth Saudara Imam berdasarkan keterangan-kertengan sebelumnya saya memutuskan anda penjara selama 5 tahun.

Imam: Lo, pak. Karena 20 ribu saja saya penjara 5 tahun? Akal sehatnya dimana pak? Itu koruptor ratusan bahkan sampai milyaran rupiah, mereka kenanya beberapa bulan saja ada yang tahunan bahkan dibawah 5 tahun. Ini kok kacau sekali pengadilan.

Imam protes karena tak terima dengan vonis yang dijatuhkan padanya.

Pak Hakim: Oke saya jelaskan deh ya, bapak itu merugikan satu orang 20 ribu, mereka koruptor ambil uang rakyat dibagi 250juta jiwa jadi jatuhnya kecil pak, gak sampai Rp. 50 nahkan, jadi kenanya bisa beberapa bulan saja. Kalau bapak mau, yowis silahkan, coba.

Imam: Wah asem nih undang-undang. Siapa coba yang buat. Sehat yang buat ya.

Contoh Teks Anekdot Lucu

Berikut adalah contoh teks anekdot lucu

Beli Baju Termahal di Indonesia

Di siang hari yang cerah, dua orang kader politik dari dua partai yang berbeda sedang minum kopi di sebuah warung di bilangan Jakarta. Mereka adalah Irwan dan John. Keduanya sedang mencalonkan diri kembali menjadi anggota dewan. Mereka bercakap-cakap dengan sangat seru terlebih karena mereka sudah kenal lama dan sering melakukan hal-hal yang hampir sama.

Salah satu obrolan mereka adalah tentang baju-baju mahal yang dibeli pejabat negeri ini.

Irwan : John, kamu tau gak kalau pejabat-pejabat negara kita itu kaya raya semua?

John : Kalau itu sih rasanya semua orang tau, Wan.

Irwan : Iya emang, dengan kekayaannya itu mereka bisa beli baju termahal di Indonesia.

John : Nah itu aku kurang paham, maksud kamu apa?

Irwan : Iya, baju paling mahal, tau gak?

John : baju apa ya?

Irwan : Itu baju tahanan KPK.

John : Lo kok bisa? Aku tambah gak paham.

Irwan : Gini lo, mereka itu ambil uang rakyat ratusan sampai milyaran rupiah baru deh bisa beli dan pakai baju tahanan KPK itu.

John : Berarti kita juga pernah jadi bagian dari mereka dong.

Irwan : Iya, hehehehe.

Roti apa Buah

Hari itu adalah hari minggu, Andi berada di rumah sendiri karena ayah dan ibunya sedang ada acara kantor di puncak. Andi belum sempat makan siang, dan ia mendengar pedagang roti lewat di gang depan rumahnya. Ketika ia mendengar suara si pedagang roti, Andi kemudian berlari keluar rumahnya dan memanggil si pedagang roti.

Andi : Pak, Rotinya pak. Teriaknya sembari melambaikan tangan pada pedagang kue yang telah melewati rumahnya beberapa blok.

Pedagang roti itupun memutar balik sepedanya menuju ke arah Andi.

Pedagang Roti : Iya dik, mau Roti apa?

Andi : Ada apa aja pak?

Pedagang Roti : Ada roti nanas, ada roti strawberry, roti pisang, adik mau yang mana?

Andi : yang lain gak ada lagi pak?

Pedagang Roti : Yang lain ada roti blueberry, roti sarikaya, adiknya mau yang rasa apa sih?

Andi : kok semuanya buah buahan sih yang ditawarin, yang roti mana? Kok jual buah sih bapaknya.

Pedagang Roti : wah kacau ni anak. Gini deh, kalau adik ndak beli ya gpp saya mau lanjut.

Andi : kalau gitu bapak tersinggung namanya.

Pedagang Roti : wah akacau ni anak kecil.

Sopir Taksi

Pada suatu hari seorang Ibu muda bernama Jihan akan menghadiri arisan bersama sahabat-sahabat lamanya. Karena suaminya bekerja dan anaknya sekolah, ia memutuskan untuk berangkat menggunakan taksi. Setelah selesai berdandan dengan secantik mungkin karena gengsi dengan sahabat-sahabat lamanya bila ia terlihat biasa-biasa saja, ia kemudian menunggu taksi di tepi jalan depan rumahnya.

Beberapa menit kemudian taksi tersebut datang dan menghampiri Bu Jihan,

Sopir Taksi : Buk, mau di anter ke mana ya?

Bu Jihan : Peruhaman Pondok Cabe No 45 Jakarta

Sopir Taksi : Baik, bu. Mohon pasang sabuk pengamannya ya. Argonya dari nol bu ya.

Bu Jihan : Baik pak.

Suasana kemudian menjadi hening, sang sopir fokus pada jalanan. Disisi lain, Bu Jihan fokus dengan ponsel pintarnya. Jalanan demi jalanan telah dilewati, kemudian Bu Jihan sadar bahwa taksi melewati jalan yang salah. Karena tau gangnya sudah lewat, akhirnya bu Jihan menegur sang sopir taksi dengan jalan menepuk pundak sang supir. Tanpa disadari, reflek dari sang pengeudi pun keluar dan membanting stirnya ke kiri dengan keras dan menabrak trotoar tepi jalan. Keduanya mengalami luka ringan. Bu Jihan pun terkejut dengan insiden tersebut.

Bu Jihan : Pak, kenapa bapak kasar sekali? Bapak ini kenapa sih?

Sopir Taksi : Maaf bu, saya terkejut soalnya ibu menepuk pundak saya.

Bu Jihan : Iya, kan saya mau bilang gangnya sudah lewat jauh. Makanya saya tegur masnya.

Sopir Taksi : Maaf sekali bu, ini hari pertama saya menjadi sopir taksi.

Bu Jihan : Memangnya sebelumnya masnya jadi apa?

Sopir Taksi : Jadi sopir mobil jenazah bu.

Bu Jihan : Wah kacau ni bapak.

Teks Anekdot Menyindir Teman

Berikut adalah contoh teks anekdot tentang menyindir teman

Terserah

Grup Dance SMA 1 Jakarta Pusat memenangkan kompetisi dance SMA se-Jakarta Pusat. Mereka kemudian memutuskan untuk merayakannya dengan makan bersama. Namun uang bonusnya belum cair, namun mereka sangat ingin merayakan kemenangan mereka. Pemimpin grup dance tersebut kemudian memberi usul bagaimana kalau kita makan namun bayar sendiri-sendiri. Semuanya bersorak setuju, nanti saat bonus sudah cair uang mereka akan diganti.

Sang ketua pun kembali mengajak memilih tempat makan.

Ketua : Kalian mau makan apa nih terus?

Dancer 1 : Terserah aja deh

Ketua : Okedeh, kalau gitu kita makan sate ayam aja di depan gedung, ada tuh enak.

Dancer 2 : Wah aku gak boleh makan sate ayam, aku alergi sama ayam.

Dancer 3 : Aku juga gak bisa makan bumbu kacang, sate kan pake bumbu kacang kan.

Ketua : Nah, terus kita makan dimana?

Dancer 4 : Kalau aku terserah aja sih

Ketua : Kalau gitu, gimana kalau kita makan ramen aja?

Dancer 5 : kemahalan lah, aku gak bawa uang banyak ni.

Dancer 6 : Iya, yang sederhana sajalah. Lagian kan pake uang sendiri.

Ketua : Kok terserah semua sih, aku kasi pilihan, gak ada mau.

Dancer 7 : Kalau gitu artinya kita makan di warung makan terserah aja deh

Ketua : Kacau nih, terserah lah, semua main terserah

Dancer 8 : Ini artinya kita makan di rumah kita masing-masing. Kelar deh. Terserah deh di rumah mau maka apa.

Teks Anekdot Sosial

Berikut adalah contoh teks anekdot tentang Sosial.

Bisa Pesan Undang-Undang Sendiri

Imam dan Darto sedang dalam perjalan ke rumah temannya di daerah kota. Mereka berdua mengendarai sepeda motor berboncengan satu dengan lainnya. Saat melewati sebuah perempatan dengan lampu lalu lintas, Imam dengan kencang menarik tuas gas sepeda motor padahal lampu hijau sudah berubah menjadi merah. Darto pun menepuk punggung Imam dengan kencang.

Darto : Mam, kamu kok nerobos lampu lalu lintas sih? Bahaya lo, entar kena tilang lagi.

Imam : Tenang dar, kita semua kan bisa buat undang-undang sendiri. DPR aja buat undang-undang sendiri gak hirauin kita dibawah.

Darto : Maksudnya mam?

Imam : Gini ya, aku contohin.

Imam pun berhenti di depan pos polisi dimana ia menerobos lampu merah.

Imam : Gini lo dar, ini caranya kita buat undang-undang sendiri.

Imam pun mengambil dompet di saku kanannya lalu mengambil uang pecahan lima puluh ribunya dan memberikannya pada yang berwajib.

Imam : Oke, dengan ini kita bisa buat aturan sendiri, jadi gak takut kena tilang karena undang-undang sudah kita buat sendiri.

Darto : Oh gitu lo, paham aku. Besok aku mau coba sendiri deh, buat undang-undang sendiri.

Kacau!

Saat Iba hanyalah tinggal rasa

Hari minggu yang cerah, Pak Kartono memilih untuk jalan-jalan sendiri dengan mobil barunya. Tentu merupakan mobil mewah yang baru saja ia beli. Di pertengahan jalan ke arah puncak, ia melihat seorang ibu sedang memakan rumput. Seketika ia mengerem mobilnya dan berpikir bukannya manusia makan nasi ya. Ia pun kemudian berhenti dan turun dari mobilnya. Ia kemudian menghampiri ibu tersebut dan kemudian bertanya.

Pak Kartono : Maaf bu, ibu kok makan rumput ya? Kenapa kok makan rumput Bu?

Ibu : Ya keadannya emang sepeti ini pak, saya gak punya apa-apa.

Pak Kartono : Kalau begitu ikut saya aja bu, sini naik ke mobil saya.

Ibu : Maaf pak saya tidak bisa naik mobil bapak.

Pak Kartono : Kenapa gak bisa bu?

Ibu : Saya punya anak-anak di dalam 4 orang, mereka semua lagi makan rumput juga.

Pak Kartono : Oh gak apa bu, ajak aja mereka sekalian.

Ibu : Wah yang bener pak? Makasi ya pak

Pak Kartono : Iya bener bu, mari masuk mobil saya.

Sang Ibu dan anak-anaknya pun masuk ke mobl mewah pak hartono. Mereka sangat senang karena diajak masuk mobil mewah Pak Kartono.

Anak 1 : Wah mobilnya bagus sekali yah

Pak Kartono : Iya lumayan dik, pakai saya jalan-jalan saja.

Anak 2 : Kami mau diajak kemana ya pak?

Pak Kartono : Saya ajak kalian ke rumah saya.

Wah semuanya senang sekali, mereka bertambah girang saat mendengar kata-kata tersebut dari Pak Kartono.

Ibu : Gak kenapa ya kami diajak ke rumah bapak ya? Kami jadi sungkan

Pak Kartono : Iya gak apa bu, kebetulan rumput-rumput di rumah semuanya tinggi-tinggi sekali.

Sandal dan Petaka 5 Tahun

Seorang lelaki bersama Irwan iseng menghampiri warung baru milik temannya Kosim yang menjual ayam bakar. Setelah makan dan ngobrol bersama Kosim dan kawan-kawan lama yang mereka temui di warung akhirnya Irwan memutuskan untuk pulang. Karena jarak rumah dan warung tidak terlalu jauh, Irwan hanya berjalan kaki. Saat ia berjalan, nasib naas menimpa dirinya. Ia diserempet oleh pengendara roda dua. Untungknya ia tak mengalami cedera, hanya saja sandal yang ia pakai putus. Nah karena itu ia tidak berani pulang karena istrinya akan sangat marah bila tau sandal yang ia berikan putus.

DI jalan pulang Irwan melihat tumpukan sandal di masjid dimana para jemaah sedang melakukan sholat. Karena kepepet dan pas melihat sandal yang persis mirip dengan sandal yang ia miliki, akhirnya ia memutuskan untuk mengambil salah satu sandal yang mirip dengan miliknya.

Saat ia akan meninggalkan masjid, seorang jemaah memergokinya dan memanggil jemaah lainnya. Jemaah yang baru saja menyelesaikan ibadah kemudian beramai-ramai mengejar Irwan dan menangkapnya lalu membanya ke kantor polisi terdekat.

Dengan sangat cepat, keesokan harinya iya disidang. Saat menunggu gilirannya, ia melihat seorang koruptor dana bantuan sosial sejumlah 2 milyar hanya diganjar 1 tahun penjara. Kemudian ia berpikir ia pasti hanya akan mendapat hukuman yang ringan jauh lebih ringan daripada koruptor yang baru saja ia lihat.

Saat akan gilirannya, ia duduk dan mendengarkan vonis sang hakim. Sang hakim pun memutuskan ia dengan hukuman 3 tahun penjara. Irwan terkejut apa dia salah dengar atau tidak. Iya pun memberi interupsi.

Irwan : Yang mulia sidang, mengapa vonis saya lebih berat daripada koruptor tadi sebelumnya? Dia lo korupsi dana bantuan sosial dan jumlahnya sangat besar, 2 milyar. Saya yang hanya mencuri sendal 50 ribu kok bisa lebih lama hukumannya.

Hakim : Begini pak Irwan, anda merugikan satu orang sejumlah 50 ribu, sedangkan bapak yang tadi diah merugikan 2 milyar untuk 200 juta orang penduduk indonesia, jadi per orang hanya rugi Rp. 10. Sangat jauh bila dibandingkan dengan kerugian yang ditanggung pemilih sandal yang anda curi.

Irwan : Wah hukum macam apa ini, kacau negara. Kalau gitu saya nanti mau jadi koruptor saja deh.

Pintar ya Pintar

Ada kegiatan belajar-mengajar yang sedang berlangsung di sebuah sekolah dasar. Seorang guru memulai pelajaran dengan memulai sebuah percakapan atau dialog dengan siswanya.

Guru : Anak-anak, ibu ada pertanyaan buat kalian, Yang bisa angkat tanganya ya.

Murid : iya bu guru.

Guru : Apa ciri-ciri dari orang pintar?

Murid 1 : Nilainya bagus, rajin belajar, dan sering mencontek.

Guru : Jawabannya sudah benar, tapi kok isi mencontek.

Murid 2 : Iya buk kan emang benar, contohnya saja pesawat luar negeri yang canggih itu kita contek.

Guru : Bener juga ya, besok jangan lupa mencontek ya anak-anak.

Murid 3 : Siap bu, pasti kita akan saling contek apalagi pas ulangan.

Guru : Eh bukan gitu maksud itu. “Waduh kacau nih saya salah ngomong” bicara dalam hatinya.

Pelayan Publik

Pada suatu hari, Indra mendapati surat izin mengemudi (SIM) sudah mendekati akhir masa berlaku. Ia pun mengajak Rini yang SIMnya juga akan kadaluwarsa. Mereka kemudian mendatangi kantor kepolisian terdekat untuk mengurus perpanjangan masa berlaku SIM mereka.

Tiba di kantor polisi, mereka kemudian mendatangi bagian yang mengurusi perpanjangan masa berlaku SIM. Setibanya disana meeka mengantre sambil menunggu giliran. Mereka mengamati bahwa tata cara mendapatkan SIM yang baru sangat mudah sekali. Bahkan sangat gampang, bila dipikirkan lebih lanjut akan sangat berbahaya bila pengemudi yang belum layak membawa motor atau mobil berkendara di jalan raya yang sangat ramai seperti sekarang ini. Mereka kemudian memulai pembicaraan ringan tentang fenomena tersebut.

“Rin, kamu sadar gak, kok gampang banget ya mereka kayaknya dapetin SIMnya?” tanya Indra ke Rini. “Iya ndra, apa mungkin karena prosedurnya emang mudah gitu ya?” jawab Rini. Indra membalas “Iya sih tapi kan nanti bahaya lo, kalau mereka gak bisa mempertanggung jawabkan SIMnya dengan baik, bahaya ke dia dan orang lain pastinya”. “Iya bener banget tu, gampang banget cara dapetnya, ringan banget jadi kerjaan pak pol nih” sentil Rini. “Iya bener, liat tu perut mereka besar-besar kerjaannya gampang sih, gak kayak TNI” balas Indra. “Hehehehe bener juga sih, atau mungkin ada alasan lain” gurau Rini. “Alasan apa tuh?” tanya Indra. “Besar perut sebesar isi kantong, perutnya besar kantongnya tebal, hehehe” gurau Rini.

Suka Tidak Suka

Putra adalah seorang kepala sekolah muda di SMP Tunas Bangsa. Ia dikenal sangat ramah dan kepala sekolah yang sangat rendah hati. Suatu hari ia mendatangi kelas demi kelas untuk menanyakan bagaimana keadaan proses pembelajaran dan menanyakan maa peajaran yang murid suka dan tidak suka. Menurut Putra ini bagus sebagai bahan referensi meningkatkan kompetesi guru dalam memberikan pengajaran kepada siswa di sekolahnya.

Hari pertama ia mengunjungi kelas 8. Ia kemudian memulai pembicaraan dengan siswa kelas 8 SMP Tunas Bangsa.

Kepala Sekolah : Selamat pagi anak-anak, apakah semua sehat?

Murid semua : Baik pak

Murid 1 : bagaimana dengan bapak?

Kepala Sekolah : Alhamdulilah, saya sehat. Anak-anak bapak ada rencana evaluasi kinerja guru, maka dari itu bapak ingin menanyakan bagimana pendapat kalian terhadap proses pembelajaran di sekolah ini dan pelajaran apa saja yang kalian suka dan tidak suka. Bapak mulai saja ya, kalian sebutkan mata pelajaran yang kalain suka dan tidak suka serta alasannya.

Murid 2 : Saya suka matematika pak, pelajarannya seru dan menyenangkan juga gurunya.

Murid 3 : Kalau saya sukanya Biologi pak, saya sangat suka dengan alam dan pengajar Biologi sangat menyenangkan saat memberikan materi, mudah dipahami.

Murid 4 : Kalau saya beda lagi pak, saya suka Bahasa Inggris, gurunya cantik.

Kepala Sekolah : Coba kamu yang dipojok, kok melamun, kenapa?

Murid 5 : Maaf pak, kalau saya sukanya pelajaran kosong pak.

Kepala sekolah : Wah kacau ni anak (dalam hati)

Teks Anekdot Pendidikan

Berikut adalah contoh teks anekdot tentang Pendidikan.

Tarif Internasional

Di sekolah SMP yang berada di sebuah kota madya terdengar suara lonceng yang sedang dibunyikan. Itu adalah pertanda jam pelajaran pertama dimulai. Riuh suara siswa mulai meredup hingga menjadi sunyi senyap. Seorang guru wanita paruh baya melangkah di teras depan kelas dengan suara sepatu hak yang khas dari guru-guru wanita. Suara reot dari geseran engsel pintu berbunyi.

“Selamat pagi anak-anak” sambutnya dengan senyum dan riang gembira.

“Selama pagi buk guru” sahut para murid serentak membalas sapaan sang guru.

Setibanya di meja guru, iya langsung mengeluarkan beberapa buku ajar serta materi persiapan ajarnya.

“Anak-anak semuanya, bagaimana kabar kalian? Sehat semua? Tanya bu guru sembari akan memulai pelajaran

“Sehat bu” teriak sontak para murid

“Wah kalian nampak sangat bersemangat sekali”

“Ibu ada pengumuman penting lo, dan ini adalah berita menggembirakan untuk kita semua”

“Bulan depan, sekolah kita akan resmi statusnya menjadi sekolah SMP pertama yang bertaraf Internatinal di kota ini”

Riuh tepuk tangan dari siswa menyambut riang pengumuman sang guru.

“Nah menyikapi hal itu tebtu kita harus terus berbenah untuk memperbaiki kualitas diri kita masing-masing. Nah kalau dari kalian mendengar pengumuman itu apa yang akan kalian lakukan untuk diri kita yang lebih baik?

Seorang murid bernama Putu mengangkat tangannya.

“Saya buk”

“Iya, silahkan Putu”

“Kalau saya, saya akan memulai les bahasa Inggris saya sesegera mungkin bu, agar saya bisa bahasa Inggris dengan lancar bu”

“Wah luar biasa Putu, semangat ya untuk lesnya semoga cepat bisa berbahasa Inggris”

“Kalau kamu Wayan, kenapa kamu melamun? Kamu tampak sedih.”

“Kalau saya bu, saya akan minta maaf ke orang tua saya”

“Lo. Maksud kamu apa nak?”

“Maksud saya, saya akan minta maaf karena bila sekolah kita berubah status maka uang SPP akan meningkat bu. Belum lagi bayar usang lain-lainnya, seragam, buku, dan lain lain. Orang tua saya akan membutuhkan uang lebih bayak lagi untuk bayar sekolah saya”

“Wayan, kenapa jabawanmu seperti itu”

“Iya memang benar seperti itu kan bu, sekolah yang bertaraf Internasional pasti tarifnya Internasional juga Bu”

Seisi kelas melongo mendengar jawaban Wayan.

Pintar Mencontek

Suatu siang hari, seorang guru melakukan diskusi atau tanya jawab bersama para muridnya.

Guru : Anak-anak, kalian tau tidak, apa tanda-tanda orang yang pintar?

Bagas : Orang pintar rajin membaca Bu.

Guru : Wah, benar Bagas, ada lagi?

Putra : Rajin menulis juga Bu.

Guru : Iya benar kata Putra, apa lagi ayo?

Deni : Rajin mencontek juga bu.

Guru : Lo, kok gitu Den?

Deni : Iya kan bu, coba kita belajar bikin pesawat dari kertas. Ibu ngasi kita contekan kan, terus kita contek hasil karya ibu, baru deh kita bisa membuat pesawat dari kertas itu.

Guru : Itu memberi contoh Den, untuk di contek, bukan memberi contekan.

Deni : Wah berarti besok-besok kita boleh mencontek teman-teman, yaayyyy

Guru : (Geleng-geleng kepala)

Teks Anekdot Panjang

Berikut adalah contoh teks anekdot panjang

Bubarkan Saja

Seorang kepala lembaga pemerintahan sedang kebingungan dalam menangani permasalahan yang sedang melanda lembaga yang sedang dipimpinnya.

Sebuah hal yang sangat ia sesalkan adalah timnya tak bisa memecahkan masalah yang sedang terjadi di dalam internal lembaga yang mereka miliki.

Karena saking bingungnya ia pun datang ke menemui mentor lamanya yang sangat berjasa dalam karir kehidupan pribadinya.

Ia menceritakan semua masalah yang ia alami bersama lembaga yang sedang dipimpinnya. Sang mentor adalah Mbh Tresno, laki-laki tua yang dulu katanya pernah menjabat sebagai pegawai pemerintahan saat zaman penjajahan.

Pak Kepala : Mbh, saya sangat bingung dengan apa yang sedang terjadi. Masalah demi masalah terus datang ke lembaga yang saya pimpin. Selain itu anak buah saya semuanya tidak ada yang bisa diandalkan untuk urusan masalah-masalah itu. Saya bingung mbh.

Mbh Tresno : Ada satu solusi terbaik yang bisa dilakukan bila keadaan sudah seperti itu.

Pak Kepala : Apa solusinya Mbh? Kasi tau saya Mbh, saya sudah buntu sekali.

Mbh Treno : Bubarkan saja lembaga yang kamu pimpin, sudah kelar, masalahnya ilang semua.

Pak Kepala : Wah kacau ni si Mbh.

Mbh Tresno : Yah, kok kacau, bener kan? Kalau lembaganya hilang masalahnya hilang.

Pak Kepala : Iya sih Mbh tapi itu bukan solusi terbaik, itu terburuknya Mbh.

Mbh Tresno : Lalu apa kamu tau solusi yang lebih baik dari itu?

Pak Kepala : Ndak tau Mbh

Mbh Tresno : ya udah, bubarin aja.

Pak Kepala : Wah kacau ni Mbh.

Si Mbh tertawa-tawa dan lalu kemudian mereka melanjutkan obrolan yang lebih serius dan lebih spesifik membahas permasalahan di lebaga yang sedang dia pimpin. Namun guyonan Mbh Tresno cukup mencairkan otak Pak Kepala yang sudah sangat puyeng dengan masalah-masalah lembaga yang sedang dia hadapi bersama timnya.

Teks Anekdot Lingkungan

Berikut adalah contoh teks anekdot tentang Lingkungan.

Menyuruh dan Disuruh

Dalam sebuah rangkaian perayaan ulang tahun desa, diadakanlah sebuah seminar penyuluhan tentang pengelolaan sampah. Radit sebagai pemateri memberikan seminar bahwa pentingnya untuk mengelola sampah khususnya sampah plastik karena sampah plastik sangat lama terurai di dalam tanah. Maka dari itu sangat hati-hati dalam menggunakan plastik, bila masih bisa digunakan, bisa di daur ulang digunakan untuk keperluan lain yang bermanfaat.

Radit : Ibu/bapak, dan hadirin sekalian, bila nanti melihat atau habis menggunakan plastik perlu diperhatikan ya jangan asal buang, apalagi dibuang di tempat sembarangan. Sampah plastik itu sangat susah terurai dalam tanah. Maka dari itu sangat enting bila kita bisa mendaur ulangnya lagi menjadi bahan yang bermanfaat untuk keperluan sehari-hari dan tentu bernilai guna.

Saat selesai acara semua peserta yang mengikuti seminar mendapatkan makanan dan minuman yang mana semuanya berbungkus plastik. Setelah makan danminum semuanya berbondong-bondong mengumpulkan plastik sisa pembungkus ke tas Radit.

Radit : Lo lo lo, bapak ibuk kok masukin plastiknya ke tas saya?

Peserta : Lo katanya bapak mau daur ulang, makanya kami semua kumpulkan dan masukin ke tas bapak.

Radit : (tak berkata apap-apa lalu mengambl tas dan pergi meninggalkan tempat seminar, dalam hatinya “kacau”)

Sekian contoh teks anekdot. Semoga contoh teks anekdot diatas dapat bermanfaat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *