Cara Budidaya Ikan Belut Lele Gabus Nila dalam Kolam Terpal

Cara Budidaya Ikan Belut, Lele, Gabus, Nila Dalam Terpal dengan Mudah – Halo sobat , saya akan menjelaskan bagaimana cara Budidaya Ikan Belut, Lele, Gabus, Nila. Kalian pasti sudah pernah kan mendengar ikan ikan tersebut ? ikan ikan tersebut banyak kita jumpai di pasar.

Berikut saya akan menjelaskan satu persatu Cara Budidaya Ikan Belut, Lele, Gabus, Nila Dalam Terpal dengan Mudah tersebut:

Pasang

Cara Budidaya Ikan Belut dalam Kolam Terpal

Cara Budidaya Ikan Lele, Gabus, Nila, Belut Dalam Terpal dengan Mudah

Ikan belut merupakan sejenis ikan yang memiliki ekonomi dan ekologi tinggi. Ikan Belut ini sering dan banyak dikonsumsi oleh masyarakat, baik di goreng atau dimasak bersama saus asam pedas. Ikan belut biasa hidup dirawa rawa, sawah. Ikan belut biasa memangsa ikan kecil dan cacing. Ikan Belut bersifat nokturnal atau aktif di malam hari. Beberapa orang banyak yang sengaja membudidayakannya dengan mudah yaitu salah satunya di kolam terpal ini.

Cara Budidaya Belut dalam Kolam Terpal

  1. Mempersiapkan Kolam Ikan Belut
  2. Penebaran Benih Belut
  3. Pemberian pakan

1. Mempersiapkan Kolam Ikan Belut

Persiapan kolam terpal untuk belut berbeda dengan persiapan kolam ikan yang lainnya karena belut menggunakan media lumpur sebagai tempat hidupnya, jadi anda harus membuat kolam terpal yang kokoh agar tidak mudah roboh nantinya.

Minimal ada 4 kolam terpal yg harus dipersiapkan untuk membudidayakan belut nantinya yaitu :

  • kolam untuk pendederan benih yg berukuran 1-2 cm;
  • kolam terpal untuk ikan belut remaja yg berukuran 3-5cm;
  • kolam terpal pemisahan belut ukuran 5-7cm;
  • kolam terpal pemisahan belut  ukuran 15cm.

Sebelum penebaran benih sebaiknya anda menyiapkan media pembesaran belut di kolam terpal yaitu sebagai berikut:

  • lapisan pertama isi dengan gedebong pisang/batang pisang yang telah di cincang setinggi 5cm.
  • lapisan kedua isi dengan jerami setinggi 5cm
  • ketiga isi dengan gedebong lagi setinggi 5cm
  • lapisan keempat tambahkan pupuk kompos setinggil 10 cm
  • dan lapisan terakhir yg paling atas yaitu isi dengan lumpur sawah setinggi 15cm
  • kemudian rendam dengan air bersih
  • tunggu hingga 25-30hari

sebelum menebar benih pastikan media harus benar benar matang.

2. Penebaran Benih Belut

ciri-ciri bibit belut yg baik adalah

  • gerakannya lincah dan tidak lemas
  • ukuran benih harus seragam
  • badan belut terbebas dari luka dan penyakitte

tebarkan benih belut sebanyak 25 ekor/m2 yg panjangnya 12-15cm, penebaran sebaiknya dilakukan pada sore hari atau pagi hari.

3. Pemberian pakan

Tanah atau lumpur yg telah ditempati memang sudah menjadi sumber makanan bagi belut, namun jika anda ingin memberi pakan lebih anda bisa memberikan keong sawah, cacing, atau ikan ikan kecil. Pakan bisa anda berikan 2-3 kali sehari. Belut biasanya lebih suka pakan yang berasal dari bahan alami.

Berikut presentase pemberian pakan untuk pembesaran ikan belut:

  • untuk umur 30hr dari awal penebaran, presentase pakan sekitar 5% , berat pakan yg diberikan 0,5kg/hr
  • untuk umur 60hr , presentase pakan sekitar 10%, berat pakan yang diberikan 1kg/hr
  • untuk umur 90 hari presentase pakan yg diberikan sekitarr 15% berat pakan yg diberikan 15kg/hari
  • untuk umur 120 hari presentase pakan yg diberikan sekitar 20% berat pakan yang diberikan 2kg/hri

Cara Budidaya Ikan Lele dalam Kolam Terpal

Cara Budidaya Ikan Lele, Gabus, Nila, Belut Dalam Terpal dengan Mudah

Ikan lele merupakan sejenis ikan yang hidup di air tawar. Ikan Lele mudah dikenal karena tubuhnya yang licin , agak pipih dan memanjang serta memiliki kumis di mulutnya. Banyak kandungan gizi yang terdapat dalam ikan lele seperti : lemak,protein, kaya akan vitamin B dan fosfor. Ikan lele sudah dibudidayakan secara komersial oleh masyarakat indonesia terutama masyarakat Pulau Jawa.

Ikan lele banyak dibudidayakan karena :

  1. Sumber air yang terbatas dengan padat tebar tinggi
  2. Dapat dibudidayakan di lahan sempit.
  3. Modal usaha yang dibutuhkan tidak terlalu tinggi.
  4. Teknologi budidaya yang mudah dikuasai.
  5. Pemasaran relatif mudah dan luas.

Mari kita simak tahap tahapnya

Cara Budidaya Ikan Lele

  1.  Memilih bibit lele
  2. Memperhatikan Syarat hidup ikan lele
  3. Pembuatan kolam
  4. persiapan penebaran benih
  5. Pemeliharaan
  6. Masa panen

 1. Memilih Bibit Lele

Pertama yang perlu diperhatikan adalah memilih bibit lele yang baik. Kualitas lele sangat berpengaruh pada kualitas bibit lele, daya tahan lele hingga perkembangannya nanti. Anda bisa memilih lele jenis sangkuriangan atau dumbo, Banyak kelebihan jika anda ingin membudidayakan lele jenis tersubut karena tidak membutuhkan banyak lahan dan pemeliharaan relatif mudah.

Ciri – ciri bibit ikan lele yang baik dan unggul :

  • ukuran bibit sama rata
  • gesit dan agresif
  • warna sedikit lebih terang
  • bibit aktif melakukan oksigenasi
  • tidak berpenyakit
  • berasal dari induk unggul
  • fisik harus sempurna

2. Memperhatikan Syarat Hidup Ikan Lele

Walaupun ikan lele mudah hidup dalam kondisi apapun, kita juga harus memperhatikan syarat hidup ikan lele. Karena jika tak kita perhatikan lele akan mudah terserang penyakit.

Berikut syarat hidup ikan lele :

  • Ikan lele dapat hidup pada suhu 20 derajat Celcius dengan suhu optimal antara 25-28 derajat Celcius.
  • Permukaan perairan tidak boleh tertutup rapat oleh sampah atau daun-daunan hidup, seperti eceng gondok.
  • Perairan yang banyak mengandung zat-zat yang dibutuhkan ikan dan bahan makanan.
  • Ikan lele dapat hidup dalam perairan agak tenang dan kedalamannya cukup sekalipun kondisi airnya jelek, keruh, kotor dan miskin  oksigen.
  • Perairan tidak boleh tercemar oleh bahan kimia limbah industri, merkuri, atau mengandung kadar minyak dan bahan lainnya yang dapat mematikan ikan.

3. Pembuatan Kolam Terpal

Jika Anda ingin menebar benih lele anda harus memperhatikan kapasitas dan ukuran kolam terpal yang akan digunakan. Ukuran Kolam ikan lele yang berisi 1000 ekor biasanya mencapai 5 x 2 meter. jangan sampai anda menebarkan benih lebih dari 1000 ekor karena hasilnya tidak akan maksimal.

berikut cara pembuatan kolam terpal untuk Ikan Lele:

  1. Pisahkan bambu yang digunakan sebagai pasak untuk melingkari dikolam agar terhindar dari gangguan mangsa
  2. Belahlah bambu jadi 2 , lalu paku pasak hingga menancap kedalam tanah hingga kuat
  3. pasangkan terpal ke dalam lubang dari ring yang sudah dipasang kedalam pasak. ikat terpal dalam rangka bambu yang sudah dipasang.
  4. pasanglah pipa atau saluran pembuangan untuk mengontrol kadar air didalam kolam.

Banyak kelebihan/keuntungan yang kita dapatkan jika anda memilih menggunakan kolam terpal seperti :

  • biaya relatif rendah
  • tidak membutuhkan lahan yang luas
  • kondisi kolam mudah dikontrol
  • memanen ikan lele dalam terpal sangat mudah
  • bisa membuat kolam terpal dimana saja
  • lele yang dihasilkan berkualitas.

4. Persiapan Penebaran Benih

Langkah berikutnya yaitu Persiapan penebaran benih ikan lele sehingga siap menampung benih. Ada 2 tahap yang harus anda lakukan yaitu mengisi air kolam dan melalukan pemupukan.

  1. langkah pertama isi kolam dengan air bersih dan terbebas dari limbah apapun isilah kolam dengan ketinggian hingga 60cm
  2. langkah kedua siapkan pupuk kandang yang berasal dari kotoran kambing atau domba, masukkan pupuk kandang tsb kedalam karung dg ukuran 10- 15 kg jika anda membuat kolam dg ukuran 5 x 2. selanjutnya isi karung dibagi menjadi 2 bagian , jadi dalam 1 kolam terdapat 2 karung pupuk. masukkan pupuk kandang kedalam kolam , biarkan posisi karung tersebut mengambang bebas.

setelah seminggu angkat kedua karung tersebut, celupkan berulang kali agar kandungan dalam pupuk dapat terserap oleh air. Anda bisa menebar benih lele stelah itu.

Sebaiknya anda melakukan penebaran benih pada pagi atau malam hari karena kondisi air relatif stabil, Tebarkan benih ikan lele dengan cara memiringkan ember sedikit demi sedikit.

5. Pemeliharaan Ikan Lele

Ada beberapa hal yang harus anda ketahui dalam pemeliharaan ikan lele yaitu :

  • anda bisa memberi pakan utama berupa pellet, cacing, ataupun plankton,
  • pakan tambahan lele bisa berupa bahan yang berasal dari alam ,
  • pakan yang baik harus mengandung protein, karbohidrat, lemak,vitamin, dan mineral yang seimbang.
  • jika anda ingin menambahkan air kolam, anda harus memberi pakan terlebih dahulu. Tambahkanlah air secara bertahap.
  • Jangan mengganti air kolam sebelum panen
  • jagalah ketenangan air kolam.
  • berikan pakan sesuai kebutuhan.
  • anda bisa memberi pakan 4-5 kali, berikan pada pagi , siang, sore dan malam. Jarak memberi pakan sekitar 2-3 jam
  • anda bisa memberikan pakan lebih pada malam hari karena lele aktif pada malam hari
  • hentikan pemberian pakan jika lele sudah kenyang, ketika lele sudah malas menyantap pakannya.
  • ketika sedang kelaparan ikan lele akan memakan sesamanya atau bersifat kanibal.
  • Jaga kebersihan kolam , jangan sampai kolam kotor karena dapat membuat ikan terserang penyakit.

6. Masa Panen Ikan Lele

Panen dapat anda lakukan 2-3 bulan setelahnya, bobot ikan lele bisa mencapai 85-125 gram perekornya , gunakan benda licin untuk memanennya agar tubuh ikan tidak mengakami luka , atau agar lebih simpel cukup gunakan jaring untuk memanen.

Anda harus berhati hati dalam memanes ikan lele karena ikan tersebut sangat lincah dan agresif, Sortir lele sesuai bobotnya Jangan memanen lele yang belum cukup umur.

Cara Budidaya Ikan Nila dalam Kolam Terpal

Cara Budidaya Ikan Lele, Gabus, Nila, Belut Dalam Terpal dengan Mudah

Sekarang saya akan menjelaskan bagaimana cara budidaya ikan nila dalam kolam terpal, sangat simple sekali kawan.

Ikan Nila merupakan sejenis ikan komsumsi air tawar, kini ikan nila menjadi peliharaan yang populer dikolam kolam  indonesia. ikan nila memiliki ciri ciri tubuh berwarna kehitaman atau keabuan dengan beberapa pita gelap melintang, ekor bergaris garis tegak, tenggorokan, sirip dada, sirip perut, sirip ekor dan ujung sirip punggung dengan warna merah (kemerahan). ikan nila termasuk kedalam golongan omnivora (pemakan segala ) , ikan nila merupakan ikan yang sangat mudah berkembang biak, sekali memijah ikan nila dapat mengeluarkan telur 300 – 1500 butir telur.Karena sangat mudah dipelihara , ikan ini banyak diternakkan sebagai ikan konsumsi.

ikan nila banyak mengandung gizi untuk tubuh seperti :protein, kalium, fosfor, kolestrol,vit b12,selenium,lemak tak jenuh dan masih banyak lagi. Banyak kelebihan jika anda ingin membudidayakan ikan nila yaitu

  • Ikan nila Memiliki daya tahan tubuh yang tinggi , sehingga tidak mudah terserang penyakit
  • Ikan nila mudah berkembang biak, sekali berkembang biak ikan nila menghasilkan banyak telur
  • Mudah beradaptasi dengan lingkungan
  • Bersifat omivora atau pemakan segala
  • Memiliki Kandungan gizi cukup banyak bagi tubuh.

Cara Budidaya Ikan Nila :

  1. Mempersiapkan kolam tempat Ikan Nila
  2. Mempersiapkan benih Ikan Nila
  3. Penebaran Benih Ikan Nila
  4. Pemeliharaan dan pemberian pakan Ikan Nila
  5. Masa panen Ikan Nila

1. Mempersiapkan kolam tempat Ikan Nila

Nah metode yang kita gunakan adalah menggunakan kolam terpal, Kolam terpal tak menggunakan banyak tempat untuk membuatnya cukup dengan lahan sempit saja. Dalam membuat kolam terpal tak ada hal khusus yang perlu dilakukan, buat kolam kurang lebih dengan kedalamanan 50-70cm agar ikan nila bisa berkembang dengan baik, usahakan lokasi kolam mendapat matahari langsung.

Padatkan dasar kolam dan buat tanggul pada pinggir kolam lalu diperkuat dengan batu bata , Dasar kolam bisa anda tambahkan batu bata agar menjadi rata dan keras, stelah itu beri sekam yang merata, Barulah Terpal bisa anda pasang. Pastikan Terpal terkunci dengan baik dipinggir kolam.Agar anda bisa memastikan terpal terkunci dengan baik , anda bisa meletakkan batako atau batu bata diatasnya supaya kolam tak mudah bergeser atau mengalami kebocoran.

Setelah anda bisa memastikan kolam sudah bisa diisi dengan air, taburkan lapisan kolam dengan kapur sebanyak 25g – 1kg /m2 dan juga beri pupuk kandang sebanyak 1/2kg /m2 setelah itu anda bisa mengisi kolam dengan air.

Biarkan air tergenang selama5-7 hari hingga tumbuh plankton.

2. Mempersiapkan benih Ikan Nila

Anda bisa membeli beli benih pada peternakannya secara langsung.

Ciri ciri bibit ikan nila yang baik :

  • Benih bisa berukuran 5-12 cm
  • bibit yang baik biasanya bergerak lincah dan aktif
  • Memiliki berat kurang lebih 25gr
  • Ukuran dan warna bibit sama dengan yang lainnya .

3. Penebaran Benih Ikan Nila

Meski ikan nila adalah jenis ikan yang memiliki daya tahan yang kuat kita juga tidak boleh menebar benih secara sembarangan. Setelah ini anda sudah bisa menebar benih, ketika benih pertama kali masuk ke kolam usahakan tidak memberi ikan pakan biarkan ikan memakan plankton yang sudah ada dalam kolam.

4. Pemeliharaan dan pemberian pakan Ikan Nila

Sebaiknya anda memberikan pakan 3 kali sehari, anda bisa memberi pakan berupa pellet yang sudah mengandung karbohidrat, protein, vitamin dan mineral  yang dibutuhkan oleh ikan. Berikanlah pakan sesuai dengan kebutuhan. Jangan lupa memberi pakan tambahan yang berasal dari alam bisa berupa siput atau sayuran yang telah dicincang.

Untuk menjaga kesehatan Ikan anda harus memperhatikan kebersihan kolam. Jangan memberi pakan berlebihan karena dapat menimbulkan pencemaran pada air kolam dan menyebabkan tubuhnya jamur dan parasit. Usahakan kolam mendapat sinar matahari setiap harinya hal ini bertujuan untuk membunuh kuman yg dalam air. Jagalah kestabilan air kolam.

5. Masa Panen Ikan Nila

Anda sudah bisa memanen ikan nila ketika sudah mencapai 6 bulan dengan berat 500gr perekornya. Anda bisa memanennya menggunakan jaring. Jangan lupa menyortir ikan yang telah anda panen agar anda mudan menjualnnya nanti.

Nah diatas sudah saya jelaskan bagaimana cara budidaya ikan nila , sangat mudah sekali bukan? sudah bisa anda praktekan  dirumah.

Selanjutnya, saya akan menjelaskan bagaimana cara budidaya ikan gabus.

Cara Budidaya Ikan Gabus Dengan Mudah

Cara Budidaya Ikan Lele, Gabus, Nila, Belut Dalam Terpal dengan Mudah

Ikan gabus adalah ikan predator yang hidup di air tawar. ikan ini bisa dikenal dengan banyak nama misalnya: kutuk sebutan dari jawa, kocolan sebutan dari betawi,  kabos sebutan dari minahasa dan masih banyak lagi.

Ikan gabus dapat tumbuh hingga mencapai 1 m. Memiliki ciri ciri berkepala besar agak gempeng, dengan sisik besar diatas kepala, Bagian atas tubuh berwarna gelap hitam kecokelatan atau kehijauan, bagian bawah tubuh berwarna putih serta sisi samping berwarna coret coret tebal.

Ikan gabus biasanya hidup di rawa, danau , sungai. Ikan ini biasanya memakan ikan ikan kecil, serangga, maupun berudu atau kodok. Ikan gabus memiliki kebiasaan mengubur diri dalam lumpur ketika keadaan kolam mereka mengalami kekeringan. Oleh sebab itu ikan ini sering dijumpai sedang ‘berjalan’ di daratan khususnya pada malam hari dimusim kemarau mencari tempat lain yg masih berair. Ikan gabus memiliki kemampuan bernafas langsung diudara, dengan menggunakan organ semacam labirin.

Ikan gabus memiliki banyak memiliki kandungan gizi yang bermanfaat bagi tubuh seperti kaya akan protein, albumin yg diperlukan tubuh manusia, kalori serta forfor yang berfungsi dalam pembentukan tulang dan gigi. Manfaat ikan gabus bagi kesehat tubuh:

  • menjaga keseimbangan tubuh.
  • mempercepat penyembuhan luka
  • sehat untuk pencernaan
  • Memperbaiki gizi buruk
  • Membantu proses pembentukan dan pertumbuhan otot

sangat berguna bagi tubuh bukan ? nahh sekarang saya akan menjelaskan bagaimana cara membudidayakan ikan gabus di kolam terpal.

Cara Budidaya Ikan Gabus

  1. membuat kolam terpal ikan gabus
  2. penebaran benih
  3. pemeliharaannya dan pemberian pakan
  4. masa panen ikan gabus

1. Membuat Kolam Terpal Ikan Gabus

Anda bisa membuat kolam terpal ikan gabus menggunakan media tanah maupun kerangka besi/bambu. Jika anda anda ingin menggunakan media tanah anda bisa menggali tanah kurang lebih 1,5 m, panjang 7 meter serta lebar 4 meter. Setelah itu anda bisa memasang terpal dengan rapi. Jika anda ingin menggunakan media kerangka besi/ bambu anda bisa menyiapkan besi/ bambu sepanjang 6 m, lebar 4 m serta tinggi 1,2 m lalu pasang terpal dengan rapi. Jangan lupa siapkan pipa paralon untuk membuat saluran pada sisi dasar kolam.

Sebelum digunakan cuci terpal terlebih dahulu agar tidak ada bau bau sisa yang menempel pada terpal yang dapat mengganggu ikan, pastikan kolam tidak mengalami kebocoran.

Setelah mengisi kolam dengan air bersih, jangan lupa untuk membiarkan air tergenang 3-5 hari agar air ditumbuhi oleh mikroorganisme dan plankton sebagai pakan alami ikan gabus.

2. Penebaran benih Ikan Gabus

Siapkan benih ikan gabus yang berkualitas,lakukan penebaran benih pada pagi hari atau sore hari, karena pada siang hari suhu air cenderung meningkat dan ikan dapat mengalami stress serta kulit ikan gabus dapat terluka karena terkena terik matahari.

3. Pemeliharaannya dan Pemberian Pakan Ikan Gabus

Anda cukup memberi pakan cukup 2-3 kali sehari,ingat jangan sampai lupa memberi pakan karena ikan gabus bersifat kanibal atau memakan sesamanya. Pada musim kering biasanya air kolam menguap dengan sangat cepat jadi jangan lupa untuk menambahkan air, namun jangan terlalu sering menambahkan air kolam karena anda juga harus menjaga ketenangan air kolam.

Pakan ikan gabus bisa berupa daging bekicot yang telah dicincang, udang atau yang paling umum adalah pelet. Jagalah kebersihan air kolam agar ikan terhindar dari penyakit.

4. Masa panen Ikan Gabus

Tahap memanen Ikan Gabus adalah hal yang paling kita tunggu. Berbeda dengan ikan lain, Ikan gabus memiliki daya tahan tubuh sangat tinggi dibanding ikan lainnya. Ikan gabus dipanen secara bertahap sesuai permintaan pasar, ikan gabus tidak bisa dipanen serentak dikarenakan bisa membuat ikan gabus stress dan berujung kematian.

Masa panen ikan gabus biasanya 6-7 bulan. Berat ideal ikan gabus yaitu 2-3 ekor per kilonya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *