15 Contoh Seni Rupa Modern

Contoh Seni Rupa Modern – Seni merupakan hal yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari manusia. Terdapat berbagai macam seni salah satunya seni rupa yang dapat kita nikmati secara visual. Seni rupa telah ada sejak lama dan tentunya mengalai berbagai macam perubahan selama perkembangannya dari zaman ke zaman. Seni rupa dalam perkembangannya juga menjadi sebuah media untuk menyampaikan pesan-pesan dan kritik terhadap situasi dunia yang terjadi pada masanya. Masing-masing zaman memiliki ciri khasnya tersendiri sehingga mampu memberikan tampilan yang menarik untuk dinikmati mata.

Jika kamu tertarik untuk mengetahui lebih banyak lagi mengenai seni rupa, kamu wajib membaca artikel ini. Artikel ini bisa membantumu mengerti tentang seni rupa  terutama seni rupa modern beserta 15 contohnya.

Bacaan Lainnya

contoh seni rupa modern

Seni merupakan suatu bentuk ekspresi kreatif yang melibatkan penggunaan imajinasi, keahlian, dan estetika untuk menciptakan karya yang memiliki nilai artistik. Seni dapat mencakup berbagai bentuk, termasuk seni visual seperti lukisan, patung, fotografi, seni rupa, dan seni pertunjukan seperti teater, tari, dan musik.

Pada dasarnya, seni adalah cara manusia untuk menyampaikan ide, perasaan, dan pengalaman melalui medium kreatif. Seni juga bisa memiliki tujuan estetika, edukatif, atau bahkan politis tergantung pada niat seniman dan konteksnya.

Seni rupa merupakan salah satu jenis seni yang menggunakan media yang dapat diamati dan dinikmati secara visual. Selain lukisan, seni rupa juga mencakup berbagai macam bentuk lainnya.

Daftar isi

  • Pengertian seni rupa
  • Jenis seni rupa
  • Perbedaan seni rupa modern dan kontemporer

 

Menurut buku Pengetahuan Dasar Seni Rupa (2015) yang ditulis oleh Sofyan Salam, dkk, seni rupa adalah suatu bentuk seni yang menciptakan karya-karya dengan menggunakan media yang dapat dilihat dan dirasakan melalui sentuhan. Ekspresi seni rupa melibatkan pengolahan konsep garis, bidang, bentuk, volume, warna, tekstur, dan pencahayaan dengan tujuan mencapai nilai estetika.

Berbeda dengan jenis seni lainnya, seni rupa memiliki fokus utama pada nilai-nilai estetika dan keindahan. Fungsinya adalah sebagai sarana untuk memperindah suatu objek atau tempat.

  • Jenis seni rupa

Seni rupa merupakan hasil kreativitas manusia yang dapat berbentuk dua dimensi maupun tiga dimensi. Tiap karya seni rupa mencerminkan nilai-nilai keindahan dalam bentuk visual, dapat dirasakan melalui indera penglihatan. Unsur-unsur seni rupa meliputi garis, warna, bidang, tekstur, dan volume, yang mampu memberikan dampak pada pengalaman estetika dan pemikiran seseorang. Selain itu, hampir semua aspek kehidupan, termasuk benda, bangunan, pakaian, dan peralatan, dirancang dengan memperhatikan nilai-nilai estetika.

Seni rupa adalah bidang ilmu yang senantiasa berkembang dan dinamis seiring perkembangan zaman. Oleh karena itu, seni rupa dapat diklasifikasikan ke dalam berbagai kategori, salah satunya adalah klasifikasi berdasarkan perkembangan waktu. Apa saja klasifikasi tersebut?

    • Seni Rupa Tradisional

Seni rupa tradisional merupakan klasifikasi pertama dalam seni rupa yang erat hubungannya dengan kearifan lokal di suatu daerah. Sebagai akibatnya, setiap daerah cenderung memiliki karya seni rupa tradisional yang memiliki keunikan dan keberagaman.

Karya seni rupa tradisional ini sering kali diperkaya dengan simbolisme atau lambang, baik dalam bentuk metafora yang mewakili binatang, tumbuhan, manusia, atau bahkan bangunan.

Contoh-contoh seni rupa tradisional dapat ditemui dalam relief candi-candi, motif hias kain tenun, bahkan digunakan dalam perabotan rumah sehari-hari. Contoh seniman seni rupa tradisional

      • Leonardo da Vinci
      • Michelangelo
      • Rembrandt
      • Katsushika Hokusai
      • Johannes Vermeer
    • Seni Rupa Modern

Sebagian besar sejarawan seni berpendapat bahwa karya seni modern mencakup periode dari tahun 1860 hingga 1960-an. Pada masa ini, banyak seniman menciptakan karya-karya yang dianggap radikal pada zamannya karena menolak norma-norma seni tradisional. Salah satu pelopor gaya seni modern adalah Édouard Manet, yang terkenal dengan karyanya berjudul “Luncheon on the Grass” pada tahun 1863. Gerakan seni modern kemudian diikuti oleh berbagai aliran seperti impresionisme, post-impressionisme, japonisme, fauvisme, kubisme, futurisme, dan ekspresionisme.

Seni rupa modern memberikan kebebasan artistik dan mengedepankan kreativitas yang bersifat individualistik. Dalam perkembangannya, seni rupa modern mulai meninggalkan batasan-batasan tradisional, karena seniman-seniman seni rupa modern lebih mengutamakan eksperimen dengan tujuan untuk mendorong kemajuan seni. Salah satu bentuk seni rupa modern adalah seni murni, yang menekankan pada nilai estetika. Contoh seni rupa murni ini meliputi seni lukis, seni grafis, dan seni patung.

Seni rupa modern menunjukkan karakteristik yang berbeda dari periode seni rupa sebelumnya, dan dapat diidentifikasi melalui beberapa ciri khasnya. Beberapa ciri-ciri seni rupa modern meliputi:

      • Tidak terikat pada aturan tertentu.
      • Desainnya cenderung bersifat minimalis.
      • Memiliki banyak objek atau unsur yang memiliki bentuk geometris.
      • Menunjukkan rasionalitas dalam penyusunan karya.
      • Dominan pada penggunaan unsur-unsur geometris.
      • Meskipun berbasis pada filosofi tertentu, konsep visualisasi tidak dibatasi oleh batasan tertentu.

Seni rupa modern memiliki berbagai fungsi, antara lain sebagai media ekspresi, media komunikasi, media refleksi, dan media kritik. Perannya dalam perkembangan seni rupa di Indonesia dan secara global juga sangat signifikan. Contoh seniman seni rupa modern

      • Pablo Picasso
      • Andy Warhol
      • Claude Monet
      • Frida Kahlo
      • Henri Matisse
      • Vincent van Gogh
      • Gustav Klimt
    • Seni Rupa Kontemporer

Karya seni kontemporer diidentifikasi sebagai hasil kreativitas yang muncul pada era 1960-an dan 1970-an hingga saat ini. Periode ini diawali dengan gerakan abstract-expressionism, yang mengangkat New York sebagai pusat seni setelah Paris, terutama melalui karya-karya Paul Jackson Pollock. Gerakan ini memberikan kebebasan kepada seniman untuk mengadopsi teknik dan pendekatan apa pun yang mereka inginkan, dengan tujuan mengekspresikan emosi dan menciptakan karya seni. Pada saat tersebut, banyak teknik dianggap non-tradisional, seperti penggunaan “drip technique” oleh Jackson Pollock. Beberapa karya juga sering disebut action painting karena melibatkan seluruh anggota tubuh seniman. Selanjutnya, muncul aliran pop art, minimalisme, seni konseptual, dan performance art, yang semuanya melengkapi kebebasan ekspresi para seniman.

Dalam seni rupa kontemporer, penekanan lebih diberikan pada ekspresi seni yang memiliki konteks tertentu. Seni rupa kontemporer juga ditandai oleh semangat eklektisisme, pluralisme, dan konstitusionalisme dalam proses pembuatan karyanya. Eklektisisme diartikan sebagai sikap filosofis yang memanfaatkan teori-teori yang sudah ada, kemudian memilih mana yang diakui dan mana yang tidak, sehingga dapat sejalan dengan semua teori tersebut. Pluralisme, yang terdiri dari kata “plural” dan “isme,” mengacu pada pemahaman terhadap keberagaman atau masyarakat majemuk. Konstitusionalisme merupakan konsep atau gagasan yang mengusulkan pembatasan kekuasaan pemerintah untuk mencegah penggunaan kekuasaan secara sewenang-wenang atau otoriter. Dengan kata lain, seni rupa kontemporer berkembang sebagai respons terhadap kondisi sosial dan budaya masa kini. Seni rupa kontemporer ini menggabungkan nilai-nilai tradisional dan elemen modern yang terkait dengan perkembangan teknologi masa kini. Penting untuk dicatat bahwa karya seni kontemporer juga sering berfokus pada isu-isu sosial, memberikan pengalaman dan dampak unik bagi para penikmat seni. Contoh seniman seni rupa kontemporer

      • Jean-Michel Basquiat
      • Yayoi Kusama
      • Keith Haring
      • Jeff Koons
      • Damien Hirst
  • Perbedaan seni rupa modern dan kontemporer

Perbedaan antara seni rupa modern dan seni rupa kontemporer dapat diuraikan sebagai berikut:

    • Waktu
    1. Seni rupa modern berkembang dari tahun 1860-an hingga akhir 1960-an,
    2. Seni rupa kontemporer muncul setelah dekade tersebut, yaitu setelah tahun 1960-an.
    • Konsep Penciptaan

Seni rupa modern memiliki konsep penciptaan yang berasal dari filosofi, namun penjabaran visualisasinya memiliki cakupan yang tidak terbatas. Sebaliknya, seni rupa kontemporer lebih menekankan pada konsep dan ide dalam pembuatan karya seni.

    • Gaya
    1. Seni rupa modern cenderung bersifat minimalis dan sering mengandung unsur geometris.
    2. Seni rupa kontemporer menunjukkan beragam gaya dan teknik penciptaan karya.
    • Fungsi
    1. Seni rupa modern lebih menekankan pada fungsi estetika.
    2. Seni rupa kontemporer lebih menyoroti fungsi sosial dan kemampuannya untuk memberikan kritik.
    • Pengaruh Zaman
    1. Seni rupa modern dipengaruhi oleh modernisasi dan perkembangan seni rupa hingga pertengahan abad ke-20.
    2. Sebaliknya, seni rupa kontemporer dipengaruhi oleh modernisasi serta perubahan dan perkembangan zaman saat ini.

Penting untuk diingat bahwa batasan antara seni rupa modern dan kontemporer dapat kabur, dan terdapat karya-karya yang memiliki unsur-unsur dari kedua periode ini. Selain itu, terminologi dan konsep seni kontemporer terus berkembang seiring waktu.

Memahami perbedaan antara seni rupa modern dan seni rupa kontemporer dapat menjadi suatu tantangan bagi orang awam, terutama karena adanya unsur kebaruan dalam keduanya. Salah satu cara untuk membedakannya adalah melihat penilaian yang diberikan oleh para kolektor seni dan kritikus seni. Oleh karena itu, keberadaan galeri seni yang khusus menjadi sangat penting agar masyarakat umum dapat memahami dan menikmati seni.

Biasanya, seni rupa dipamerkan dalam galeri seni, dan terdapat acara pameran seni di mana karya-karya seni dapat dilihat oleh masyarakat. Agar dapat melihat seni rupa kontemporer, seseorang dapat mengunjungi galeri seni kontemporer, sedangkan untuk seni rupa modern, dapat dilihat pada galeri seni modern. Ini menjadi cara yang efektif untuk memahami dan mengapresiasi perkembangan seni rupa dalam dua periode ini.

1. Vincent van Gogh, The Starry Night, 1889

Contoh Seni Rupa Modern - Vincent van Gogh, The Starry Night, 1889

“Starry Night” adalah contoh karya seni rupa modern yang diciptakan oleh seniman asal Belanda, Vincent van Gogh, pada tahun 1889. Dalam karyanya ini, Van Gogh menggambarkan pemandangan malam yang indah dengan bintang-bintang yang bersinar terang di langit, serta sebuah desa yang terletak di lereng bukit.

Karya ini dianggap sebagai salah satu karya paling terkenal yang pernah diciptakan oleh Van Gogh karena dianggap mampu mengekspresikan perasaan emosional sang seniman. “Starry Night” menampilkan ciri khas ekspressif, emosional, spiritual, dan komposisi yang rapi, memberikan gambaran yang mengesankan tentang bintang-bintang yang bersinar terang di langit.

2. Vincent van Gogh, The Olive Trees with the Alpilles in the Background, 1889

Contoh Seni Rupa Modern - Vincent van Gogh, The Olive Trees

Vincent van Gogh melukis setidaknya 15 lukisan pohon zaitun, sebagian besar di Saint-Rémy-de-Provence pada tahun 1889. Atas permintaannya sendiri, ia tinggal di sebuah rumah sakit jiwa di sana dari Mei 1889 hingga Mei 1890, ia melukis taman rumah sakit dan ketika mendapatkan izin untuk keluar dari temboknya, ia melukis pohon zaitun di sekitar dan ladang gandum.

Salah satu lukisannya, Olive Trees in a Mountainous Landscape, merupakan pelengkap untuk The Starry Night. Lukisan pohon zaitun memiliki makna khusus bagi van Gogh. Sebuah kelompok lukisan pada Mei 1889 mewakili kehidupan, yang ilahi, dan siklus kehidupan, sementara lukisan-lukisan dari November 1889 muncul dari upayanya untuk menyimbolkan perasaannya tentang Yesus di Taman Getsemani.

3. Paul Gauguin, Te aa no areois (The Seed of the Areoi), 1892

Paul Gauguin, Te aa no areoisPaul Gauguin, Te aa no areoContoh Seni Rupa Modern - Paul Gauguin, Te aa no areois

Paul Gauguin adalah seorang seniman post-Impresionis Prancis. Meskipun tidak dihargai selama hidupnya, Gauguin kini dihargai karena penggunaan eksperimentalnya terhadap warna dan gaya Synthetist. Ia terkenal atas lukisannya tentang Polinesia Prancis, tempat ia tinggal selama sepuluh tahun terakhir hidupnya. Karya seni Gauguin, termasuk Seed of the Areoi, menggambarkan pulau-pulau Polinesia Prancis dan menyelidiki makna keberadaan manusia, mengajak penonton untuk berbagi pandangan idealisnya tentang pulau tersebut, yang tidak tercemar oleh masalah yang melanda negara asalnya pada awal Zaman Pencerahan.

Lukisannya, Seed of the Areoi, merupakan contoh seni rupa modern yang menggambarkan hubungannya dengan Tahiti, menggambarkan salah satu gundik Tahiti-nya sebagai dewi Vairaumati.

4. Pablo Picasso. Les Demoiselles d’Avignon, 1907

Pablo Picasso. Les Demoiselles d’AvignonContoh Seni Rupa Modern - Pablo Picasso. Les Demoiselles d'Avignon

“Les Demoiselles d’Avignon” adalah salah satu contoh karya seni rupa modern yang paling terkenal dari seniman terkenal dunia, yaitu Pablo Picasso. Dalam karyanya ini, Picasso menggambarkan lima wanita dengan menggunakan bentuk-bentuk geometris yang bersifat abstrak dan mengandung distorsi yang kuat. Lukisan ini dianggap sebagai karya yang sangat signifikan dalam sejarah seni rupa modern karena berhasil mengubah pandangan seniman dan masyarakat terhadap seni.

5. Les femmes d’Alger (Women of Algiers)

Les femmes d’Alger (Women of Algiers)Contoh Seni Rupa Modern - Les femmes d'Alger (Women of Algiers)

Antara tahun 1954-1955, Picasso menciptakan serangkaian 15 lukisan yang diberi judul “Les Femmes d’Alger”, terinspirasi oleh lukisan Eugène Delacroix pada tahun 1834. Dengan gaya khas Picasso, ia mengubah dan merusak bentuk tubuh wanita, membuatnya menjadi abstrak, dan menambahkan unsur kubisme dengan penggunaan warna-warna cerah. Picasso menghasilkan 15 versi lukisan ini, dari A sampai O, tetapi yang paling mendapat pujian dari para kritikus seni adalah versi O. Pada tahun 2015, versi O dari lukisan “Les Femmes d’Alger” terjual seharga 160 juta dolar, memecahkan rekor dunia untuk harga lukisan yang terjual paling tinggi pada saat itu.

6. Henri Matisse, The Dance, 1909

Henri Matisse, The DanceContoh Seni Rupa Modern - Henri Matisse, The Dance

La Danse (Dance) adalah lukisan contoh seni rupa modern yang dibuat oleh Henri Matisse pada tahun 1910, atas permintaan pengusaha dan kolektor seni Rusia, Sergei Shchukin, yang mewariskan panel dekoratif besar tersebut kepada Museum Hermitage di Saint Petersburg, Rusia. Komposisi tokoh-tokoh yang sedang menari umumnya diakui sebagai “titik kunci dari karier (Matisse) dan perkembangan lukisan modern”. La Danse pertama kali dipamerkan di Salon d’Automne tahun 1910 (1 Oktober – 8 November), Grand Palais des Champs-Élysées, Paris.

7. Gustav Klimt, Hope II, 1907-1908

Gustav Klimt, Hope IIContoh Seni Rupa Modern - Gustav Klimt, Hope II

Hope II (dalam bahasa Jerman, Die Hoffnung II) adalah lukisan minyak di atas kanvas dengan tambahan emas dan platinum karya seniman simbolis Austria, Gustav Klimt, dibuat pada tahun 1907–08, menggambarkan seorang wanita hamil dengan mata tertutup. Ini merupakan karya kedua Klimt yang berfokus pada seorang wanita hamil, keduanya menggambarkan Herma, salah satu model favoritnya. Awalnya berjudul Vision oleh Klimt, lukisan ini kemudian dikenal sebagai Hope II setelah karya sebelumnya yang disebut Hope, yang sekarang dibedakan sebagai Hope I. Hope II diakuisisi oleh Museum of Modern Art di New York City pada tahun 1978.

Klimt melukis Herma yang sedang hamil dalam Hope I pada tahun 1903, di mana ia digambarkan telanjang. Dalam Hope II, ia mengenakan gaun panjang atau jubah yang dihiasi dengan bentuk-bentuk geometris. Ia memiliki rambut cokelat panjang dan mata tertutup, menundukkan kepala ke arah payudara telanjang dan perut yang membesar. Sebuah tengkorak manusia yang mewakili kematian muncul dari belakang perutnya – mungkin sebagai tanda bahaya persalinan, atau mungkin sebagai memento mori (dalam Hope I, ia juga ditemani oleh sebuah tengkorak dan beberapa figur yang menyerupai kematian). Di bagian bawah lukisan, tiga wanita juga menundukkan kepala mereka, seolah berdoa atau mungkin berduka.

8. Paul Signac, Félix Fénéon, 1890

Paul Signac, Félix FénéonContoh Seni Rupa Modern - Paul Signac, Félix Fénéon

Portrait of M. Félix Fénéon pada 1890 (Prancis: Opus 217. Sur l’émail d’un fond rythmique de mesures et d’angles, de tons et de teintes, Portrait de M. Félix Fénéon en 1890) adalah lukisan minyak tahun 1890 karya seniman Prancis Paul Signac. Karya Neo-Impresionis ini menggambarkan kritikus seni Prancis Félix Fénéon berdiri di depan latar belakang berwarna-warni yang berputar. Lukisan ini telah menjadi koleksi Museum of Modern Art di New York sejak tahun 1991.

Karya ini merupakan potret profil kiri Fénéon, dengan jenggot khasnya, mengenakan mantel cokelat dengan setelan hitam dan kemeja putih, memegang silinder hitam dan tongkat jalan di tangan kirinya, dan dengan lembut sebuah bunga cyclamen di jari-jari tangan kanannya yang terentang. Sudut-sudut kepala, lengan, siku, dan tongkat Fénéon, menciptakan pola zigzag di sepanjang sisi kanan lukisan, sementara batang dan kelopak bunga melengkung mencerminkan kurva ke atas dari jenggot Fénéon. Signac membuat potret ini dari gambar pensil dan sketsa minyak subjeknya, tanpa sesi yang panjang. Komposisinya mungkin terinspirasi dari potret gouache tahun 1890 Signac oleh Georges Seurat, di mana Signac digambarkan mengenakan silinder dan membawa tongkat.

9. Andy Warhol, Campbell’s Soup Cans, 1962

Contoh Seni Rupa Modern - Andy Warhol, Campbell's Soup Cans

“Campbell’s Soup Cans” merupakan sebuah karya seni rupa modern yang diciptakan oleh seniman Amerika, Andy Warhol, pada tahun 1962. Karya ini terdiri dari 32 lukisan yang masing-masing menampilkan kaleng sup dengan merek Campbell yang berbeda rasa. Karya ini dianggap sebagai salah satu karya seni rupa modern yang paling terkenal dan kontroversial pada zamannya. Penyebabnya yaitu karya ini merupakan kritik sosial terhadap fenomena konsumsi massal dan budaya konsumerisme yang sedang berkembang pada saat lukisan tersebut diciptakan.

10. Andy Warhol, Gold Marilyn Monroe, 1962

Contoh Seni Rupa Modern - Andy Warhol, Gold Marilyn Monroe

Gold Marilyn Monroe adalah lukisan cetak skrin karya Andy Warhol yang didasarkan pada fotografi wajah aktris Marilyn Monroe yang terletak di tengah kanvas besar yang dicat emas. Lukisan ini selesai pada tahun 1962, pada tahun yang sama dengan kematian Monroe. Gambar Monroe adalah salinan langsung dari cuplikan close-up dari film tahun 1953-nya, Niagara.

Gold Marilyn Monroe dimasukkan dalam pameran pertama Warhol di New York, di Stable Gallery pada November 1962, di mana arsitek Philip Johnson membelinya. Dia akhirnya menyumbangkannya ke Museum of Modern Art (MoMA) di New York City, di mana lukisan tersebut tetap berada.

11. Hassan Massoudy, Kufic Calligraphy

Contoh Seni Rupa Modern - Hassan Massoudy

Kaligrafi “Kufic Calligraphy” merupakan sebuah karya seni rupa modern yang dipersembahkan oleh seniman kaligrafi modern berasal dari Irak, yakni Hassan Massoudy. Karya ini memadukan unsur-unsur kaligrafi Arab dengan pendekatan gaya modern yang bersifat minimalis dan abstrak. Hassan Massoudy dikenal karena karyanya yang menggabungkan elemen-elemen kaligrafi Arab dengan gaya modern. Inspirasinya tidak hanya datang dari para maestro kaligrafi Arab yang ulung, melainkan juga dari seniman-seniman Eropa seperti Leger, Matisse, Soulages, dan Picasso. Hasil karya seninya seringkali mencampurkan seni tulisan kaligrafi dengan lukisan abstrak, sehingga menciptakan karya seni yang tidak biasa dan asli.

12. Marcel Duchamp, Fountain, 1917

Marcel Duchamp, FountainContoh Seni Rupa Modern - Marcel Duchamp, Fountain

“Fountain” adalah karya seni rupa modern yang diciptakan oleh seniman asal Prancis, Marcel Duchamp, pada tahun 1917. Karya ini berbentuk urinoir atau toilet duduk dan dipamerkan dalam sebuah pameran seni rupa di New York pada tahun yang sama. “Fountain” dianggap sebagai salah satu karya seni rupa modern yang paling kontroversial dan berpengaruh pada zamannya. Kontroversialitasnya terletak pada penggunaan objek sehari-hari yang biasa digunakan sebagai toilet duduk sebagai bahan dasar karya seni.

Beberapa seniman melihat karya ini sebagai bentuk kritik sosial terhadap konsep seni rupa yang konvensional dan terbatas. Duchamp dengan sengaja memilih objek yang sangat biasa untuk menantang pandangan tradisional terhadap seni dan mempertanyakan batasan apa yang dapat dianggap sebagai objek seni.

13.Giorgio de Chirico, The Song of Love, 1914

Contoh Seni Rupa Modern - Giorgio de Chirico, The Song of Love

“The Song of Love” (Le chant d’amour atau Love Song) adalah lukisan tahun 1914 oleh pelukis metafisika Italia, Giorgio de Chirico. Ini adalah salah satu karya paling terkenal oleh Chirico dan merupakan contoh awal gaya surealis, meskipun lukisan ini dibuat sepuluh tahun sebelum gerakan surealis “didirikan” oleh André Breton pada tahun 1924.

Lukisan ini menggambarkan pengaturan arsitektur luar ruangan yang mirip dengan karya-karya Chirico pada waktu ini. Namun, kali ini fokus utamanya adalah sebuah dinding kecil yang dipasangi patung kepala Yunani dan sarung tangan bedah. Di bawahnya terdapat sebuah bola hijau. Di horizon terlihat siluet sebuah lokomotif, sebuah gambar yang muncul beberapa kali selama periode karier Chirico ini dan telah diartikan sebagai simbol dari ayah de Chirico, seorang insinyur yang terlibat dalam perencanaan jalur kereta api di Yunani.

14. Sindudarsono Sudjojono, Pertemuan di Tjikampek

Contoh Seni Rupa Modern - Sindudarsono Sudjojono, Pertemuan di Tjikampek

“Pertemuan di Tjikampek” adalah salah satu karya seni rupa modern yang terkenal dari Sindudarsono Sudjojono. Lukisan ini menggambarkan pertemuan antara para pemimpin pergerakan nasional Indonesia di Tjikampek pada tahun 1945, yang menjadi titik awal dari perjuangan kemerdekaan Indonesia. Sindudarsono Sudjojono, yang sering diakui sebagai bapak seni rupa modern di Indonesia, merupakan seorang pelukis berpengaruh di negeri ini.

15. Raden Saleh Sjarief Boestaman, Penangkapan Pangeran Diponegoro

Contoh Seni Rupa Modern - Raden Saleh Sjarief Boestaman, Penangkapan Pangeran Diponegoro

Pelukis yang dianggap sebagai perintis seni rupa modern di Indonesia adalah Raden Saleh Boestaman, yang telah menciptakan beberapa lukisan fenomenal. Salah satu karya paling terkenal dari Raden Saleh adalah lukisan berjudul ‘Penangkapan Pangeran Diponegoro’. Melalui karyanya ini, Raden Saleh berusaha untuk menyampaikan kecurangan yang dilakukan oleh pihak Belanda ketika menangkap Pangeran Diponegoro. Pada umumnya, seni rupa modern yang dihasilkan oleh Raden Saleh selalu menonjolkan unsur pembaruan, eksperimen, inovasi, dan orisinalitas dalam penciptaan karya seni.

Raden Saleh, yang merupakan keturunan Jawa-Arab, dikenal sebagai seorang pelukis yang berhasil menggabungkan unsur-unsur seni rupa Barat dan Timur dalam karyanya, sambil tetap mempertahankan identitas budaya Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *